Wednesday, 7 Jumadil Akhir 1442 / 20 January 2021

Wednesday, 7 Jumadil Akhir 1442 / 20 January 2021

Apa yang Dikhawatirkan IMF dari Brexit?

Sabtu 09 Apr 2016 01:11 WIB

Rep: C37/ Red: Achmad Syalaby

Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Christine Lagarde saat melakukan kunjungan di kantor DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (2/9).

Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Christine Lagarde saat melakukan kunjungan di kantor DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (2/9).

Foto: Republika/Rakhmawaty La'lang

REPUBLIKA.CO.ID,WASHINGTON -- Dana Moneter Internasional (IMF) menyatakan adanya kemungkinan Inggris untuk keluar dari Uni Eropa usai referendum pada 23 Juni mendatang atau Brexit alias British Exit menimbulkan risiko bagi perekonomian dunia yang sedang lemah.

"Risiko Brexit adalah kekhawatiran karena ketidakpastian. Hasil dari setiap rezim baru benar-benar tidak diketahui. Ini mengkhawatirkan," kata Kepala IMF Christine Lagarde dilansir dari ManilaTimes pada Jumat (9/4).

Inggris akan melakukan referendum pada 23 Juni dalam referendum sebagai dukungan untuk berpisah dengan Uni Eropa. Hal ini disebabkan banyak orang Inggris percaya keanggotaan Uni Eropa hanya menimbulkan beban yang tidak adil dan manfaat yang terbatas.

Namun, voting ini telah meningkatkan kekhawatiran bahwa hal itu bisa menciptakan hambatan baru untuk pertumbuhan ekonomi. Khususnya ketika ekonomi dunia menunjukkan tanda-tanda lebih melemah.

"Ini salah satu risiko yang kita miliki di cakrawala," kata Lagarde, yang awal pekan ini memperingatkan bahwa pertumbuhan global saat ini "terlalu rapuh" dan menyerukan negara maju untuk memperluas upaya stimulus fiskal.

Lagarde menambahkan, pernyataan ini "tidak didorong" oleh referendum Belanda pada Kamis lalu, di mana pemilih menentang pakta Uni Eropa dengan Ukraina, yang hasilnya dilihat sebagai mendukung pasukan anti-Uni Eropa.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA