Rabu, 2 Rajab 1441 / 26 Februari 2020

Rabu, 2 Rajab 1441 / 26 Februari 2020

Dampak Kecelakaan Pesawat, Perayaan HUT TNI AU Sepi Air Show

Rabu 06 Apr 2016 20:09 WIB

Rep: Christiyaningsih/ Red: Israr Itah

Pesawat tempur Super Tucano di skadron 21, Pangkalan TNI AU Lanud Abdul Rahman Saleh, Malang, Jawa Timur.

Pesawat tempur Super Tucano di skadron 21, Pangkalan TNI AU Lanud Abdul Rahman Saleh, Malang, Jawa Timur.

Foto: Antara/Ari Bowo Sucipto

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Rentetan kecelakaan yang menimpa pesawat milik TNI berimbas pada perayaan HUT TNI AU yang jatuh pada 9 April. Tak seperti tahun sebelumnya yang diramaikan air show di berbagai daerah, tahun ini pertunjukan udara tersebut hanya dipusatkan di Jakarta.

Malang yang menjadi lokasi Pangkalan TNI (Lanud) Abdulrachman Saleh juga meniadakan air show tahun ini. Kadis Operasi Lanud Abdulrachman Saleh Kolonel Pnb Fairlyanto mengatakan, TNI tengah melakukan evaluasi terhadap performa alutsista, terutama pesawat-pesawatnya.

"Karena banyaknya kecelakaan, harus ada kajian ulang oleh tim penyelidik," katanya, pada Rabu (6/4), di Malang.

Pada 20 Desember 2015 sebuah pesawat tempur latih T50i Golden Eagle buatan Korea Selatan jatuh saat melakukan atraksi dalam Jogja Air Show.

Di Malang, pesawat tempur taktis Super Tucano TT 3108 jatuh menimpa rumah warga pada 12 Februari 2016. TNI kembali berduka ketika sebuah helikopter milik TNI Angkatan Darat jenis Bell 412 EP jatuh di Poso Pesisir, Sulawesi Tengah. 

Fairlyanto mengungkapkan sampai saat ini pesawat Tucano nahas itu masih dalam proses pemeriksaan material oleh tim penyelidik dari Mabes TNI. Izin terbang kembali akan dikeluarkan jika investigasi selesai. "Untuk pesawat Tucano yang lain, di-ground run (dipanasi--Red) saja secara periodik sebagai prosedur pemeliharaan," jelas Fairlyanto. 

Meski tak beratraksi di langit Malang, bukan berarti tidak ada perayaan pada HUT TNI AU. Tahun ini, Pangkalan TNI (Lanud) Abdulrachman Saleh mengadakan pameran kedirgantaraan di Malang Town Square. Pameran diselenggarakan pada 8-10 April 2016.

Kepala Seksi Pembinaan Potensi Dirgantara Lanud Abdulrachman Saleh Letkol Taufik Andriadi mengatakan, pameran tersebut bertujuan mengedukasi masyarakat.

"Selama ini masyarakat masih awam dengan kedirgantaraan sehingga pameran memilih pusat perbelanjaan yang mudah dijangkau masyarakat," jelasnya. 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA