Tuesday, 3 Rabiul Awwal 1442 / 20 October 2020

Tuesday, 3 Rabiul Awwal 1442 / 20 October 2020

Polisi Lebanon Bebaskan 75 Anak Perempuan dari Perdagangan Seks

Jumat 01 Apr 2016 04:14 WIB

Rep: Rr Laeny Sulistyawati/ Red: Winda Destiana Putri

Kekerasan seksual pada anak

Kekerasan seksual pada anak

REPUBLIKA.CO.ID, BEIRUT -- Pasukan keamanan Lebanon telah memutus jaringan perdagangan manusia dan membebaskan 75 anak perempuan, sebagian besar warga Suriah. Gadis ini dipukuli dan dipaksa untuk melacur.

Sebuah pernyataan oleh pasukan keamanan internal yang dipublikasikan di Kantor Berita Nasional, mengatakan, aparat menangkap 10 pria dan delapan wanita yang mengawasi anak-anak perempuan tersebut selama penggerebekan di kelab malam dan apartemen di Jounieh, utara Beirut.

Dikatakan gadis-gadis telah dipukuli, disiksa, dan dipaksa menjadi pelacur dengan berbagai cara. Termasuk ancaman untuk mempublikasikan foto-foto mereka saat telanjang.

"Dua anggota kelompok, yang pasukan keamanan gambarkan sebagai jaringan perdagangan manusia paling berbahaya di negara (Lebanon) kini masih buron," kata pernyataan itu seperti dikutip dari laman Al Arabiya, Jumat (1/4).

Konflik lima tahun di Suriah telah mendorong lebih dari satu juta pengungsi ke negara tetangga yaitu Lebanon. Banyak dari mereka yang mengalami kemiskinan dan rentan.

Sebuah sumber keamanan mengatakan beberapa gadis-gadis itu diyakini telah memikat dari pemukiman pengungsi atau dijual oleh warga Suriah lainnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA