Thursday, 9 Sya'ban 1441 / 02 April 2020

Thursday, 9 Sya'ban 1441 / 02 April 2020

Kasus Katarak di Purwakarta Masih Cukup Tinggi

Jumat 01 Apr 2016 03:15 WIB

Rep: Ita Nina Winarsih/ Red: Winda Destiana Putri

Katarak

Katarak

REPUBLIKA.CO.ID, PURWAKARTA -- Kasus penyakit mata katarak yang menyerang warga Kabupaten Purwakarta, Jabar, dinilai masih cukup tinggi.

Berdasarkan, data Dinas Kesehatan setempat saat ini ada 901 penderita katarak. Untuk menekan angka tersebut, instansi ini terus menyisir warga yang menderita penyakit ini. Supaya, mereka bersedia di operasi.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Purwakarta, Anne Hediana Koesoemah, mengatakan, bila melihat kasusnya memang masih tinggi. Tetapi, jika dibandingkan dengan jumlah penduduk, kasus katarak ini masih rendah. Karena, prosentasenya kurang dari 0,1 persen.

"Meski demikian, kami terus berupaya melakukan penyisiran bagi penderita katarak. Supaya mereka mau untuk di operasi," ujar Anne, kepada Republika, Kamis (31/3).

Sementara itu, Direktur RS Siloam Purwakarta, Irwan Gandana, mengatakan, saat ini pihaknya telah merilis operasi katarak tanpa sayatan. Operasi ini, menggunakan teknologi terbaru, yaitu fakoemulsifikasi atau pakai sinar laser. Ternyata, operasi ini banyak sekali peminatnya.

"Setiap bulannya, kami melayani 80 sampai 120 pasien katarak yang di operasi dengan teknologi canggih ini," ujarnya.

Operasi ini, lanjutnya, tidak hanya berlaku bagi pasien umum. Melainkan, pasien BPJS dan program kesehatan pemerintah lainnya juga tetap dilayani. Bahkan, dari total pasien yang dioperasi itu, 80 persennya merupakan pasien BPJS.

Pelayanan operasi katarak tanpa sayatan ini, lanjutnya, merupakan yang pertama untuk wilayah Purwakarta dan Subang. Makanya, peminatnya sangat tinggi.

Terlebih lagi, bagi pasien BPJS, operasi ini tidak dipungut biaya alias gratis. Sedangkan, bagi pasien umum biayanya cukup murah jika dibanding dengan biaya operasi serupa di rumah sakit lain.

"Di kami, biayanya hanya Rp 8 juta untuk pasien umum. Bila di rumah sakit lain biayanya antara Rp 12-20 juta," ujarnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA