Saturday, 13 Rabiul Akhir 1442 / 28 November 2020

Saturday, 13 Rabiul Akhir 1442 / 28 November 2020

Polisi Tembak Mati Pencuri Sawit di Kebun PT London Sumatra

Selasa 29 Mar 2016 11:35 WIB

Red: Angga Indrawan

Penembakan (ilustrasi)

Penembakan (ilustrasi)

Foto: asaljangan.com

REPUBLIKA.CO.ID, MUSIRAWAS -- Polisi jajaran Polres Musirawas, Sumatra Selatan, menembak mati salah seorang pencuri buah kelapa sawit PT London Sumatera. Polisi mengatakan, tembakan dilepaskan karena saat akan ditangkap pelaku melakukan perlawanan terhadap petugas.

Kapolres Musirawas AKBP Herwansyah Saidi membenarkan kejadian itu namun pelaku yang ditembak itu belum diketahui indentitasnya. Ia menceritakan kronologi kejadian awalnya anggota polisi bersama security PT London Sumatera (Lonsum) berpatroli pada Jumat (25/3) dini hari. Petugas memergoki tiga orang diduga melakukan pencurian buah kelapa sawit tersebut.

Lokasi pencurian itu di Blok 71B/C Gunung Bais Estate, Kecamatan Muara Lakitan yang selama ini menjadi langganan pencuri, ketiga pencuri itu saat disergap semuanya melakukan perlawanan, namun yang paling gesit korban yang meninggal. Petugas sudah memberikan tembakan peringatan tiga kali, namun korban tetap membabi buta menyerang petugas, terpaksa dilepaskan tembakan kearah tubuhnya dan langsung terjatuh, sedangkan dua orang lainnya melarikan diri.

Korban malam itu juga dibawa langsung ke Rumah Sakit Siti Aisyah, Kota Lubuklinggau, namun dalam perjalanan menghembuskan napas terakhir dan tetap dilanjut ke rumah sakit untuk diautopsi. Setelah terjadi penembakan itu, diduga ada segerombolan orang meluapkan aksi secara emosi dengan membakar di rumah dinas General Manager PT Lonsum Gunung Bais.

Padahal malam itu petugas polisi masih berjaga-jaga di Tempat Kejadian Perkara (TKP), namun segerombolan orang tak dikenal itu langsung bergerak cepat membakar rumah dinas general manager PT Lonsum tak jauh dari areal TKP. "Kita akan selesaikan permasalahan itu jangan sampai aksi tersebut meluas ke lokasi lain, kita terpaksa menurunkan sejumlah petugas ke lapangan untuk mengantisipasi kerusuhan anarkis," tandasnya.

Kepala Desa Semangus Lama Jusani membenarkan kejadian pembakaran rumah dinas general manager itu, pelakunya hingga saat ini belum diketahui apakah penduduk setempat atau pendatang. "Kami sepenuhnya menyerahkan permasalahan itu ke polisi, apalagi malam itu Kapolres sudah turun ke lapangan untuk mengamankan situasi bersama masyarakat, kami tetap mendukung tugas kepolisian," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA