Thursday, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Thursday, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Ladies, Mau Jadi Ibu Rumah Tangga atau Wanita Karier?

Kamis 24 Mar 2016 01:51 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

Wanita bekerja yang sudah memiliki anak memiliki tantangan tertentu dalam menyeimbangkan hidupnya. Ada beberapa hal yang penting diperhatikan agar karier dan peran sebagai ibu bisa berjalan berbarengan.

Wanita bekerja yang sudah memiliki anak memiliki tantangan tertentu dalam menyeimbangkan hidupnya. Ada beberapa hal yang penting diperhatikan agar karier dan peran sebagai ibu bisa berjalan berbarengan.

Foto: pixabay

REPUBLIKA.CO.ID, Bekerja sebagai wanita karir atau ibu rumah tangga merupakan pilihan bagi perempuan. Hal ini kerap kali menjadi dilema bagi perempuan. Menurut Guru Besar di Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor (FEMA-IPB) Aida Vitayala Hubeis, perempuan dapat berpartisipasi dalam pembangunan negara. Namun tidak dipungkiri pekerjaan utama seorang perempuan berkeluarga menjadi seorang ibu rumah tangga.

Dia mengatakan isu gender di Indonesia terkait relasi laki-laki dan perempuan. Relasi ini dilihat dari berbagai macam aspek seperti: ekonomi, pendidikan, sosial dan politik. Menurut Aida masalah gender di Indonesia telah mengalami banyak kemajuan sejak ada undang-undang yang mengatur lelaki dan perempuan mempunyai kesempatan dan hak sama di segala bidang pembangunan.

“Kita lihat saat ini duta besar (dubes) juga sudah ada yang perempuan. Kalau dilihat dari pemerintahan, sekarang sudah ada perempuan yang menjadi bupati, walikota ataupun posisi strategis di pemerintahan seperti anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Bahkan di IPB saja delapan dari sepuluh mahasiswa yang mendapat cumlaude adalah perempuan," ujarnya.

Ketertarikan Aida mengenai gender bermula dari budaya Indonesia yang menjadikan perempuan sebagai ibu rumah tangga. “Yang membuat saya sangat tertarik dengan gender disini yaitu saya melihat bahwa selama ini khususnya pada zaman dahulu, perempuan itu belum banyak dikutsertakan dalam pembangunan negara. Jadi perempuan itu masih banyak didomestikkan dan pekerjaannya hanya mengurus rumah tangga," kata penulis disertasi mengenai women studies.

Aida menjelaskan bukan berarti menjadi ibu rumah tangga merupakan hal yang tidak baik. Pekerjaan rumah tangga ataupun pekerjaan lain yang dilakukan perempuan merupakan suatu pilihan bagi perempuan itu sendiri. Ketika perempuan memilih menjadi ibu rumah tangga pilihan tersebut perlu dihormati, karena mendidik anak di rumah pun jauh lebih hebat kontribusinya untuk bangsa.

“Karena pekerjaan seorang istri itu kan dari matahari terbit sampai mata suami terbenam. Kalau perempuan itu ingin ikut berpartisipasi di luar rumah tangga, itu akan sangat baik, asalkan perempuan itu sudah punya komitmen dengan si suami. Ketika sudah punya komitmen antar suami dan istri, maka si suami harus mendukung. Disinilah keahlian perempuan dalam me-manage waktu yang sangat dibutuhkan,” kata dia.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA