Saturday, 11 Sya'ban 1441 / 04 April 2020

Saturday, 11 Sya'ban 1441 / 04 April 2020

'Bijaklah Menggunakan Air'

Rabu 23 Mar 2016 12:51 WIB

Rep: Eko Supriyadi/ Red: Muhammad Hafil

Aksi simpatik Hari Air Dunia

Aksi simpatik Hari Air Dunia

Foto: dok: Palyja

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --Wakil Ketua MPR, Mahyudin menghimbau masyarakat Indonesia untuk semakin bijak dalam menggunakan air. Menurutnya, Indonesia itu memiliki sekitar 6 persen dari 21 persen cadangan air bersih di Asia Pasifik.

''Kita harus bijak memanfaatkannya, karena di beberapa daerah di Indonesia pun air bersih masih sulit, seperti di Kalimantan, Nusa Tenggara dan Papua” kata Mahyudin, Selasa (22/3).

Mahyudin menyatakan, di beberapa provinsi di Indonesia, keberadaan air bersih masih sulit dan harus ditebus dengan harga yang mahal.

Karena alasan itu pula, Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan World Water Day atau Hari Air Sedunia yang pertama kali diperingati pada tahun 1993. Untuk tahun ini isu yang diangkat adalah Water and Jobs atau Air dan Pekerjaan. 

“Air itu hajat hidup yang tak tergantikan bagi manusia. Selain untuk menunjang kehidupan, air juga sangat penting untuk transportasi dan sumber energi” ucapnya.

Ketua Umum HKTI ini juga menyebutkan beberapa pekerjaan yang sangat tergantung akan keberadaan air, seperti petani, peternak ikan dan nelayan. Karena itu, ia mengimbau generasi muda untuk berperan aktif menjaga keberadaan cadangan air bersih kita dengan menjaga lingkungan hidup.

“Mulai dari lingkungan terdekat kita. Anak-anak muda bisa merintis penanaman pohon, pembuatan lubang biopori dan penampungan air hujan atau hal terkecil menghemat air saat mandi, wudhu atau mencuci,'' ujarnya.

Lebih lanjut calon ketua umum (caketum) Golkar ini juga mengusulkan agar sungai, setu, danau dan kantong-kantong air di alam alam Indonesia dijaga agar tak terkontaminasi zat kimia maupun limbah pabrik.  

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA