Thursday, 14 Safar 1442 / 01 October 2020

Thursday, 14 Safar 1442 / 01 October 2020

Tingkat Perceraian Tinggi, PKK Kota Bogor Buat Ketahanan Keluarga

Senin 21 Mar 2016 20:55 WIB

Rep: C32/ Red: Winda Destiana Putri

Perceraian

Perceraian

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Tingginya perceraian membuat Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kota Bogor membuat program Ketahanan Keluarga. Upaya tersebut dilakukan untuk menurunkan angka tersebut.

"Program ini bertujuan untuk menurunkan angka perceraian yang sering kali disebabkan kurangnya pemahaman tentang watak pasangan masing-masing," kata Ketua Tim Penggerak PKK Kota Bogor Yane Ardian.

Yane menjelaskan, dalam program Ketahanan Keluarga PKK Kota Bogor memiliki program Rumah Aman dan Nyaman serta Gerbang Cinta. Arti dari Aman, kata Yane, setiap rumah aman pangan, sandang, dan papan. Sementara Nyaman berkaitan dengan hubungan komunikasi antar keluarga dan masyarakat luas.

“Kami memberikan pemahaman tentang watak karakter perempuan dan laki-laki yang berbeda. Serta bagaimana mengatur emosi diri sendiri dan orang lain," ungkap Yane. Menurutnya, ketidakpahaman akan karakter menjadi faktor utama penyebab perceraian.

Yane menambahkan, program Gerbang Cinta merupakan gerakan bersama membangun cinta dan integritas di setiap keluarga di Kota Bogor. Yane menilai, dengan memiliki cinta kasih antar sesama akan mengurangi konflik-konflik rumah tangga, terutama terkait permasalahan ekonomi.

Padahal jika saling memahami dan sabar tidak akan langsung menggugat cerai. "Harus paham dengan lima bahasa kasih bagi suami dan istri yaitu sentuhan, materi, pujian, layanan dan uang," jelas Yane.

Sementara itu, dalam hal ekonomi, Yane berpendapat program Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) yakni ibu rumah tangga diberikan pendidikan dan wawasan agar mampu menjadi kepala rumah tangga yang baik. Sementara, untuk Gerbang Cinta akan di-launching pada Kamis (21/4) mendatang.

"Jika kedepannya program ini bisa sampai ke dasawisma, harapannya bisa mengarah untuk calon pengantin juga," tutur Yane.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA