Sunday, 1 Jumadil Akhir 1441 / 26 January 2020

Sunday, 1 Jumadil Akhir 1441 / 26 January 2020

Tentara Kenya Tewaskan 13 Militan Al-Shabaab

Senin 21 Mar 2016 09:20 WIB

Red: Ani Nursalikah

Petugas keamanan berjaga di jalan Mogadishu untuk mencegah serangan kelompok al Shabaab.

Petugas keamanan berjaga di jalan Mogadishu untuk mencegah serangan kelompok al Shabaab.

Foto: theguardian.com

REPUBLIKA.CO.ID, NAIROBI -- Tentara Kenya mengatakan prajuritnya yang bertugas di bawah Misi Pemelihara Perdamaian Uni Afrika di Somalia (AMISOM) menewaskan 13 anggota Al-Shabaab dalam pertempuran sengit di Somalia Selatan pada Ahad pagi (20/3).

Juru Bicara Pasukan Pertahanan Kenya (KDF) Kol. David Obonyo mengatakan tentara telah berhadapan dengan gerilyawan di Sarira di Lecta Belt, sekitar 30 kilometer di sebelah utara Daerah Ras Kamboni di Somalia Selatan.

Obonyo mengatakan tidak ada korban jiwa di pihak KDF dalam serangan paling akhir tersebut. Seorang komandan tingkat menengah Al-Shabaab ditangkap dan kini ditahan.

"Tentara KDF memburu mereka setelah ada keterangan mengenai gerilyawan yang merencanakan serangan. Setelah peristiwa itu, seorang komandan tingkat menengah telah ditahan, 13 gerilyawan tewas, delapan senapan AK47, dua senapan mesin PKM, dua granat berpeluncur roket dan bermacam amunisi disita," kata Obonyo di dalam pernyataan yang disiarkan di Nairobi.

"Serangan tersebut berhasil; KDF tidak kehilangan korban. Prajurit KDF masih berjaga-jaga dan akan terus membidik gerilyawan Ash-Shabaab yang mengancam keamanan dan perdamaian di wilayah itu," kata Obonyo.

Peristiwa paling akhir tersebut membuat jumlah gerilyawan yang tewas jadi 34 dalam 24 jam belakangan, dalam beberapa bentrokan terpisah di negara Tanduk Afrika itu. Pada 16 Maret, prajurit Kenya menewaskan 19 anggota Al-Shabaab yang berencana menyerang kamp militer di Afmadhow di Somalia Selatan.

Obonyo mengatakan tentara menyita 10 senapan dan tiga granat berpeluncur roket serta menghancurkan satu kendaraan teknis selama serangan fajar tersebut.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA