Saturday, 11 Sya'ban 1441 / 04 April 2020

Saturday, 11 Sya'ban 1441 / 04 April 2020

Gizi Buruk Turut Andil dalam Kematian Ibu

Sabtu 19 Mar 2016 14:21 WIB

Rep: Desy Susilawati/ Red: Andi Nur Aminah

Kemiskinan ikut mendorong tingginya angka kematian ibu

Kemiskinan ikut mendorong tingginya angka kematian ibu

Foto: Edwin/Republika

REPUBLIKA.CO.ID, Angka Kematian Ibu (AKI) pada 2015 masih tinggi, yaitu sekitar 4.809. Angka ini menurun jika dibandingkan angka kematian ibu tahun sebelumnya di mana pada 2014 mencapai 4.925 dan 2013 sebanyak 5.109. Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Subdit Kesehatan Usia Sekolah dan Remaja, Direktorat Kesehatan Keluarga, Kemenkes RI, Christina Manurung.

"AKI dari tahun ke tahun mengalami perubahan. Hal ini terlihat dari berbagai survei yang didapat untuk melihat tren AKI saat ini. AKI sudah turun sejak 1990 sampai 2010. Namun kalau dilihat dari jumlah total AKI sejak 2013 sampak 2015, terdapat penurunan yang signifikan," jelasnya, Jumat (18/3).

Menurut dia, penyebab angka kematian ibu salah satunya karena adanya gangguan gizi. Ibu yang mengalami gangguan gizi dan anemia berisiko saat persalinan dan menyebabkan pendarahan saat persalinan.

Pendarahan  menjadi penyebab tertinggi kematian ibu yaitu sebanyak 31 persen atau 1.435. Disusul oleh hipertensi sebanyak 26 persen atau 1.225 kematian, lain-lain sebanyak 1.317 atau sebanyak 28,4 persen, gangguan sistem pendarahan sebanyak 318 kasus atau 6,9 persen, gangguan metabolik sebanyak 62 kasus atau 1,3 persen dan akibat infeksi sebanyan 278 kasus atau 6 persen. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA