Rabu, 25 Jumadil Akhir 1441 / 19 Februari 2020

Rabu, 25 Jumadil Akhir 1441 / 19 Februari 2020

Prancis Minta Buronan Nomor Satu Eropa Abdeslam Diektradisi

Sabtu 19 Mar 2016 09:12 WIB

Rep: Lida Puspaningtyas/ Red: Teguh Firmansyah

Francois Hollande

Francois Hollande

Foto: huffingtonpost

REPUBLIKA.CO.ID, BRUSSELS -- Pelaku penyerangan di Paris, Prancis empat bulan lalu berhasil ditangkap di Brussels, Belgia Jumat (18/3). Kejaksaan Belgia mengatakan pihak berwenang juga menangkap satu orang buron lainnya.

Salah Abdeslam dan Monir Ahmed Alaaj ditangkap dalam penyergapan dramatis setelah empat bulan buron. Polisi juga menangkap tiga orang dalam satu keluarga yang dituduh memberi perlindungan tempat tinggal pada Abdeslam.

Presiden Prancis, Francois Hollande berharap Abdeslam akan diekstradisi ke Prancis secepatnya. Penyergapan pelaku teror di sejumlah tempat di Paris pada 13 November 2015 itu terjadi di distrik Molenbeek.

Sidik jari Abdeslam ditemukan di sebuah flat distrik lain di Brussels yang disergap pada Selasa. Hingga operasi bergeser ke tempat penangkapan mereka kemarin. Abdeslam mengalami luka di kaki dan diringkus setelah baku tembak.

Abdeslam adalah pelaku utama dalam serangan Paris yang menyebabkan 130 orang tewas. Otoritas Belgia menggambarkannya sebagai orang paling dicari di Eropa. Sehingga penyergapannya cukup dramatis.

Ia ditangkap dari sebuah rumah teras di kompleks perumahan biasa, berdekatan dengan toko obat. Polisi mengevakuasi penduduk dari sekitar rumah tersebut. Mereka masih belum bisa pulang ke rumah karena pasukan khusus masih berjaga-jaga di lokasi.

Baca juga, Buronan Nomor Satu Eropa Dibebuk. 

Penyidik mengambil sejumlah barang dari rumah tersebut untuk jadi bahan penyelidikan. Tim forensik dan anjing penyidik juga diterjunkan ke lokasi pascapenangkapan Abdeslam.

Perdana Menteri Belgia, Charles Michel mengatakan penangkapan ini dilakukan setelah para detektif bekerja dengan intens dan mencaritahu jejak Abdeslam. "Ini adalah hasil yang penting dalam perjuangan untuk demokrasi," katanya.

sumber : BBC
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA