Monday, 12 Rabiul Akhir 1441 / 09 December 2019

Monday, 12 Rabiul Akhir 1441 / 09 December 2019

Merias Wajah, Memperindah Mata

Senin 14 Mar 2016 14:00 WIB

Red:

Mode dan make-up (riasan) tak lagi bisa dipisahkan. Di mana ada mode, di situ pasti ada riasan. Hal itulah yang kembali mendorong label kecantikan terkemuka nasional, Wardah, mengajak setiap perempuan untuk menonjolkan karakter dan kecantikan diri mereka melalui lima gaya riasan terbarunya.

Kelima riasan itu kini terinspirasi dari keindahan alam di Indonesia. Inspirasi itu diambil dari keindahan Kepulauan Bangka Belitung, Gua Gong Pacitan, Kawah Ijen Banyuwangi, Kawah Putih Ciwidey, serta Raja Ampat (Papua).

Carolina Septerita, make-up artist Wardah Cosmetics mengatakan, lima gaya riasan memang terinspirasi dari keindahan alam Indonesia yang menjadi ciri khas Wardah. "Gaya-gaya itu sangat mudah diaplikasikan dan sesuai dengan tren riasan yang memang berfokus pada mata," katanya di Jakarta, pekan lalu.

Brand Development Wardah Cosmetics Andini Aska Dwiani Puri menambahkan, keindahan alam Indonesia itu tidak akan pernah ada habisnya. Keindahan tersebut menjadi inspirasi berbagai produk nasional, termasuk Wardah. "Karenanya, Wardah berusaha menerjemahkan masing-masing warna yang terpancar dari keindahan tersebut pada produknya," kata Andini menjelaskan.

Lima gaya riasan yang diciptakan Wardah, yakni Glow, Stone, Flame, Sky, dan Flow. Masing-masing gaya direpresentasikan ke dalam rancangan lima desainer kondang yang sudah tidak asing berkolaborasi dengan Wardah. Mereka adalah Dian Pelangi, Barli Asmara, Ria Miranda, Mel Ahyar, dan Zaskia Sungkar.

Dian Pelangi menyajikan rancangan bertema Lembayung Jiva yang terinspirasi dari keindahan warna Kawah Ijen, Banyuwangi, dalam gaya riasan Flame. Dian mengaku merasa lebih tertantang merepresentasikan sinar api berwarna biru daripada merah atau emas.

Nuansa keemasan dan warna-warna natural dalam Glow memperkuat rancangan Barli Asmara dalam keindahan cahaya senja di Kepulauan Bangka Belitung. Warna itu disempurnakan dengan sentuhan emas pada pipi dan bibir.

Untuk gaya Stone dalam keindahan warna relief Gua Pacitan dipertegas dengan bantuan Optimum Hi-Black Liner. Rancangan Zaskia menampilkan bentuk mata terstruktur tegas dan misterius.

Kemudian gaya riasan Sky dalam rancangan Mel Ahyar, memancarkan ketenangan elemen udara dan kesan misterius dari Kawah Putih, Ciwidey, Bandung. Sementara, gaya Flow dalam riasan Ria Miranda mewakili keindahan warna air di Raja Ampat. Kesemua rancangan dan riasan itu ditampilkan pada pergelaran busana di ajang Indonesia Fashion Week (IFW) 2016, pekan lalu.

Khusus untuk riasan wajah, mata menjadi bagian yang penting. Untuk memperindah mata, eye liner-lah andalannya. Untuk itu, merek kecantikan, Make Over, menghadirkan tujuh pilihan warna tambahan untuk eye liner yang memberikan pilihan bagi perempuan sesuai karakter mereka.

"Dengan begitu, para wanita dapat menghasilkan statement melalui tampilan make-up mata yang intens," kata Mutiara Annisa, Public Relations Manager Make Over, di tempat terpisah.

Ketujuh warna baru eye liner-nya adalah posh purple, royal blue, silver lines, classic green, glam gold, goddess gold, dan nude sleek. Semuanya melengkapi empat warna netral yang sebelumnya beredar di pasaran, yaitu black jack, brown latte, white techno, dan navy blue.

Pensil eye liner-nya memiliki tujuh kelebihan, yaitu pilihan sesuai karakter perempuan, warna intens dalam satu sapuan, tahan lama, bertekstur lembut, dapat difungsikan sebagai eye shadow base, smudge resistant, dan tahan air. "Kita tidak perlu melakukan aplikasi ulang seusai membasuh muka," kata Mutiara.

Dia menambahkan, penguatan di dunia mode juga membuat Make Over berkolaborasi dengan Felicia Budi, Patrick Owen, dan Ardistia Dwiasri. Make Over, lanjutnya, ingin menampilkan proses evolusi dari dunia kecantikan agar dapat tetap relevan dengan perkembangan zaman dan mode.

Ada tiga periode yang menjadi acuan Make Over dalam merancang tampilan riasan, yaitu kesan gelap dan dingin, kesan dinamis, serta vibrant dan kesan clean dan futuristis. "Melalui ketiganya, kami dapat mewakili setiap karakter perempuan Indonesia," ujarnya.  rep: Santi Sopia, ed: Dewi Mardiani

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA