Sunday, 18 Rabiul Akhir 1441 / 15 December 2019

Sunday, 18 Rabiul Akhir 1441 / 15 December 2019

PLN: Penjualan Listrik Tumbuh 10,41 Persen

Ahad 13 Mar 2016 17:47 WIB

Red: Esthi Maharani

Jaringan listrik PLN

Jaringan listrik PLN

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT PLN (Persero) mencatat penjualan listrik pada Februari 2016 sebesar 16,52 Tera Watt hour (TWh) atau tumbuh 10,41 persen dibandingkan Februari 2015. Kepala Divisi Niaga PLN Benny Marbun mengatakan, penjualan Februari itu melanjutkan tren pertumbuhan tinggi pada Januari 2016.

"Semoga pertumbuhan listrik ini menjadi pertanda pulihnya perekonomian Indonesia," katanya, Ahad (13/3).

Menurut dia, secara kumulatif, penjualan Januari-Februari 2016 tercatat 34,09 TWh atau tumbuh 8,91 persen dibandingkan periode sama 2015 (year on year). Pada Januari 2016, penjualan listrik tumbuh 7,54 persen dibandingkan Januari 2015.

"Angka Januari 2016 juga lebih tinggi dibandingkan sepanjang tahun 2015 yang tidak ada pertumbuhan listrik bulanan di atas lima persen," ujarnya.

Sepanjang 2015, penjualan listrik PLN tercatat 202 TWh atau hanya tumbuh 2,2 persen dibandingkan 2014 yang 194 TWh.

Ia melanjutkan, penjualan listrik Februari 2016 di wilayah Jawa-Bali, yang menyumbang 75 persen secara nasional, mencapai 10,6 persen. Sementara, pertumbuhan tertinggi Februari 2016 terjadi di region Sulawesi dan Nusa Tenggara yakni 13 persen.

Benny juga menambahkan, hampir semua kelompok pelanggan tumbuh cukup tinggi. Pelanggan I3/>200 kVA yang berkontribusi penjualan 23,79 persen tumbuh 3,53 persen, pelanggan R1/900 VA dengan kontribusi penjualan 15,78 persen tumbuh 13,27 persen, pelanggan R1/450 VA dengan kontribusi 11,62 persen tumbuh 5,74 persen, dan pelanggan B3/>200 kVA dengan kontribusi 7,5 persen tumbuh 11,72 persen.

Lalu, pelanggan R1/1300 VA dengan kontribusi penjualan 7,21 persen tumbuh 9,11 persen, pelanggan B2/6600 VA> dengan kontribusi penjualan 6,98 persen tumbuh 10,4 persen, dan pelanggan I4/30 MVA ke atas dengan kontribusi penjualan 6,62 persen tumbuh 10,74 persen.

"Dari data penjualan tersebut, industri skala besar I4 tumbuh relatif tinggi yakni 10,74 persen yang menunjukkan industri hulu semakin pulih produksinya." ujarnya.

Pada Januari 2016, pelanggan I4 hanya tumbuh 6,21 persen.

"Industri skala besar yang tumbuh cukup tinggi antara lain kimia, semen, baja, dan kertas atau pulp," katanya.

Sementara, lanjut Benny, industri skala menengah I3/>200 kVA tumbuh 3,53 persen atau lebih tinggi dibandingkan Januari 2016 hanya 0,9 persen. Industri menengah yang tumbuh antara lain makanan dan minuman, semen, logam, furniture, farmasi, dan suku cadang.

"Pertumbuhan penjualan pelanggan industri ini juga disebabkan penurunan tarif dan diskon tarif untuk tambahan pemakaian antara pukul 23.00 hingga 08.00," katanya.

sumber : antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA