Sunday, 20 Rabiul Awwal 1441 / 17 November 2019

Sunday, 20 Rabiul Awwal 1441 / 17 November 2019

Khoirul Anwar, 4G dan Tantangan Kompetensi Aktivis KAMMI

Rabu 09 Mar 2016 10:48 WIB

Red: M Akbar

Khoirul Anwar 4G

Foto:

Teknik ini diadopsi menjadi standar internasional oleh The International Telecommunication Union (ITU-T) dengan nomor ITU-R S.1878 dan ITU-R S.2173 pada awal 2010. Keputusan untuk menjadikan teknik yang ditemukan Khoirul ini dikeluarkan, setelah ia berhasil menjawab seluruh pertanyaan 'reviewer' yang datang terus menerus sejak dipatenkan pada 2005. Dari deretan pertanyaan tersebut, Khoirul akhirnya harus menurunkan rumus baru dan bukti baru kepada para 'reviewer' paten.

DR. Khoirul Anwar pantas berbangga. Karyanya mendunia. Karyanya kini dipakai oleh hampir seluruh manusia di muka bumi yang menggunakan teknologi komunikasi pintar terbaru. Dan, DR Khoirul Anwar ini sudah sepantasnya dibanggakan dan mendapatkan tempat terhormat di Tanah Air kita.

Berkat karanya, Indonesia mampu menegakkan wajah dengan gagah. Seolah-olah ia sedang berkata;''Bangsa kami punya putra-putri yang memiliki kecerdasan dan kemampuan yang setara dengan bangsa-bangsa penemu lainnya di dunia. Mampu berkontribusi bagi peradaban manusia di dunia.''

Pengakuan dunia datang silih berganti. Mulai dari penghargaan Travel Grant Award, Computer and Communications Conference Conference Award dari Massachusets Institute of Technology (MIT) pada 2004. Selanjutnya disusul penghargaan The Best Student Paper oleh Institute of Electrical and Electronic Engineering (IEEE) di bidang Radio and Wireless Symposium 2006 (RWS2006) di California pada Januari 2006.

Bertahun kemudian, datang penghargaan lainnya lagi. Penghargaan itu berupa Best Paper untuk kategori Young Scientist di tengah acara Institute of Electrical and Electronics Engineers Vehicular Technology Conference (IEEE VTC) 2010-Spring yang digelar 16-19 Mei 2010, di Taiwan. Tak tertinggal, dapukan penghargaan terbaru yang datang dari Indonesia; Penghargaan Achmad Bakrie XII pada 2014.

Keberhasilan dan kebanggaan DR. Khoirul Anwar tentu telah mengalirkan kebanggaan tersendiri bagi  aktivis KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia) dan para alumninya. Ya, Khoirul Anwar memang seorang aktivis KAMMI yang tulen. Pada saat ia mengambil jenjang S1 di Institut Teknologi Bandung (ITB), Khoirul Anwar mengenal dan menggauli KAMMI di dalamnya.

Khoirul muda adalah aktivis KAMMI Komisariat ITB. Kemudian, saat mengambil studi Master dan Doktor di Jepang, Khoirul diberi amanah untuk menjadi Ketua KAMMI Perwakilan  Jepang. Istri Khoirul, Teh Sri Yayu Indriyani -- sesama Alumni ITB -- juga aktivis KAMMI. Saat masih kuliah di ITB, Teh Yayu pernah menjadi staf pengurus KAMMI daerah Bandung Bidang Pengembangan Organisasi.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA