Wednesday, 15 Sya'ban 1441 / 08 April 2020

Wednesday, 15 Sya'ban 1441 / 08 April 2020

Menko Maritim: Gerhana Kesempatan Promosi Cinta Lautan

Selasa 08 Mar 2016 16:27 WIB

Red: M Akbar

Menteri Koordinator Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli.

Menteri Koordinator Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli.

Foto: foto : dok. Kemenko Maritim

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Koordinator Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli mengatakan peristiwa Gerhana Matahari Total (GMT) menjadi saat tepat mempromosikan rasa cinta terhadap lautan, karena sejarah menunjukkan bangsa yang besar adalah bangsa yang kuat secara maritim.

"Kita harus mencintai laut. Penting juga untuk memperkuat armada dagang dan angkatan laut kita," kata Rizal di Kapal Pelni KM Kelud jelang pemberangkatan ekspedisi GMT di Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (8/3).

Rizal mengatakan dirinya mempromosikan cinta lautan itu kepada peserta ekspedisi GMT dari Jakarta menuju Belitung, Kepulauan Bangka Belitung. Sebagian besar peserta adalah pelajar yang jumlahnya lebih dari 500 orang, ditambah dengan tamu undangan, peneliti, jurnalis dan lainnya sehingga total peserta ekspedisi mencapai seribu lebih.

Ekspedisi, kata dia, dilakukan dengan pelayaran menuju titik lokasi yang akan mengalami GMT di Bangka Belitung.

Laut, kata dia, harus menjadi sumber kekuatan nasional. Sejarah membuktikan negara-negara dunia menemui kejayaannya seiirng keberhasilan membangun kekuatan maritim.

Rizal mencontohkan Inggris yang merajai dunia pada abad 19 lewat kesuksesan membangun kekuatan maritim. Di abad 20, Amerika Serikat muncul menjadi kekuatan adidaya setelah sukses membangun armada lautnya.

"Di abad 21 ini, kesempatan negara-negara Asia untuk jaya lewat laritim," katanya.

Di masa lalu, lanjut dia, dua kerajaan Nusantara mencapai kejayaannya karena kekuatan maritimnya. Rizal menyebut kerajaan Sriwijaya dan Majapahit menjadi kekuatan utama di kawasan karena kesuksesan membangun kemaritimannya masing-masing.

"Kalau sukses, maka laut akan menjadi sumber makanan dan kekuatan kita," katanya.

"Melalui hal-hal sederhana, kita ingin mengembalikan diri sebagai bangsa pelaut. Kita negara kepualauan nomor dua terpanjang dunia. Negara yang mampu menguasai laut, menguasai dunia," katanya.

Tujuan lain dari ekspedisi gerhana matahari total, kata Rizal, untuk menarik minat wisatawan dalam negeri dan asing yang tertarik melihat fenomena alam langka GMT yang terjadi selama 350 tahun sekali di tempat yang sama.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA