Tuesday, 1 Rajab 1441 / 25 February 2020

Tuesday, 1 Rajab 1441 / 25 February 2020

Waspada Banjir! Bendung Katulampa Capai Level Tertinggi

Selasa 08 Mar 2016 00:41 WIB

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Esthi Maharani

 Warga menyaksikan aliran sungai di bendungan Katulampa, Kota Bogor, Jabar, Senin (9/2).    (Antara/Jafkhairi)

Warga menyaksikan aliran sungai di bendungan Katulampa, Kota Bogor, Jabar, Senin (9/2). (Antara/Jafkhairi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta warga Jakarta yang berada di bantaran Sungai Ciliwung untuk waspada terhadap potensi banjir. Sebabnya, hujan deras hulu Sungai Ciliwung di daerah Puncak telah menyebabkan tinggi muka air naik dengan cepat.

Menurut BNPB, berdasarkan pantauan Pusdalops BPBD DKI Jakarta, tinggi muka air di Bendung Katulampa terukur 200 cm pada Senin (7/3) pukul 22.00 Wib.

"Ini menunjukkan level Siaga 1 atau level tertinggi dalam peringatan dini banjir Jakarta," ungkap Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho melalui keterangan resmi yang diterima Republika.

Hingga pukul 22.20 Wib, tinggi muka air Sungai Ciliwung sudah mencapai status Siaga 1 karena kondisi hujan deras dibagian hulu. Sutopo mengungkapkan, diperkirakan  9 sampai 11 jam ke depan, permukiman di daerah-daerah di bantaran Sungai Ciliwung berpotensi terendam banjir.

Antisipasi wilayah aliran Sungai Ciliwung yang berpotensi banjir adalah Srengseng Sawah, Pejaten Timur, Rawajati, Kalibata, Pengadegan, Cawang, Kebon Baru, Bukit Duri, Bidara Cina dan Kampung Melayu. Meskipun tidak akan terjadi banjir besar karena sungai-sungai lainnya masih dalam kondisi aman. Namun, masyarakat diminta tetap waspada.

Sutopo menjelaskan, cepatnya kenaikan tinggi muka air sungai dari Siaga 3 menjadi Siaga 1 dalm kurun waktu kurang dari satu jam menunjukkan bahwa daerah aliran sungai Ciliwung sudah rusak.

Sementara itu, sungai-sungai yang lain secara umum masih dalam kondisi normal pada pukul 22.00 Wib. Sehingga, banjir besar tidak akan melanda Jakarta. Banjir hanya terjadi di daerah bantaran sungai yang sudah berkembang menjadi permukiman.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA