Wednesday, 13 Safar 1442 / 30 September 2020

Wednesday, 13 Safar 1442 / 30 September 2020

Dewan Kanker Australia Belum Lihat Kaitan Bedak Tabur dengan Kanker

Jumat 26 Feb 2016 13:39 WIB

Red: Indira Rezkisari

Bedak talkum

Bedak talkum

Foto: flickr

REPUBLIKA.CO.ID, Dewan Kanker Australia mengatakan pihaknya tidak akan menerbitkan peringatan bagi perempuan di Australia mengenai kaitan antara bedak tabur dan kanker ovarium. Meskipun Pengadilan di Amerika Serikat belum lama ini telah menyimpulkan adanya keterkaitan antara produk itu dan penyakit mematikan tersebut.

Panel juri di Amerika Serikat memenangkan gugatan sebesar 100 juta dolar AS kepada sebuah keluarga dari perempuan yang meninggal karena kanker ovarium dan mengkaitkan kematiannya dengan produk bedak tabur yang diproduksi oleh Johnson & Johnson.
 
Dalam gugatannya, Jacqueline Fox menyalahkan penggunaan bedak tabur bayi Johnson & Johnson dan bedak badan Shower to Shower ke tubuhnya sebagai penyebab dari kanker yang dideritanya. Fox dikatakan telah menggunakan produk itu selama 35 tahun.
 
Fox merupakan bagian dari 1.200 perempuan yang mengajukan gugatan class action pada  perusahaan Johnson & Johnson, tapi menjadi penggugat pertama yang diberikan ganti rugi atas kematiannya.
 
Kuasa hukumnya Jere Beasley mengatakan kliennya mendengar dari seorang perempuan Australia yang mengklaim menderita kanker ovarium juga dan khawatir penyakitnya berkaitan dengan penggunaan bedak tabur.
 
"Kantor Kami sekarang mewakili lebih dari 6.000 orang anggota keluarga dan sejumlah wanita yang masih hidup dan memiliki masalah yang sama," katanya. "Dan kami punya kontak yang cukup sejak keputusan ini dijatuhkan kalau ada banyak korban lain dari produk ini di luar sana,"
 
"Kami mendengar laporan dari orang di Australia, Inggris, Perancis dan tampaknya dampak ini sudah menyebar lebih luas dari yang kita perkirakan."
 
Dalam pernyataannya perusahaan itu menulis, tidak bersedia bertanggung jawab atas kesehatan dan keselamatan konsumen yang lebih banyak lagi dan kami kecewa dengan putusan  pengadilan ini. "Kami bersimpati dengan keluarga penggugat tapi kami yakin dengan keamanan produk bedak kosmetik kami yang didukung oleh bukti ilmiah selama berpuluh-puluh tahun."

sumber : http://australiaplus.com/indonesian/2016-02-25/australia-tolak-respon-putusan-pengadilan-as-soal-bedak-tabur-dan-kanker-rahim/1552464
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA