Minggu, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 Desember 2019

Minggu, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 Desember 2019

Benarkah Homoseksual Terlahir Genetis?

Jumat 19 Feb 2016 15:29 WIB

Red: Achmad Syalaby

Ilustrasi penderita homoseksual.

Ilustrasi penderita homoseksual.

REPUBLIKA.CO.ID,Wacana homoseksual merupakan bawaan (born gay) kerap disuarakan para pembela gerakan lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) yang sedang hangat akhir-akhir ini. Para aktivis LGBT beranggapan bahwa menjadi homoseks merupakan bakat. Sebenarnya, apakah ada homoseks yang benar-benar disebabkan faktor genetis?

Dikutip dari artikel Aliah BP Hasan, Bidang Kajian Ilmiah Asosiasi Psikologi Islam, berjudul Fitrah dan LGBT (Republika, 18/2), gerakan homoseksual pertama kali dikenalkan pada 1899 oleh Magnus Hirscheld dari Jerman. Ia juga menyerukan persamaan hukum untuk kaum homoseksual, meskipun belum ada landasan ilmiah sama sekali.

Penelitian homoseksualitas bawaan menggunakan subjek yang punya hubungan kekerabatan baru dilakukan pada 1991 oleh Michael Bailey dan Richard Pillard. Penelitian ini mencakup pasangan saudara (baik kembar identik, kembar dua telur, saudara biologis, dan saudara adopsi) yang salah satu di antaranya gay.

Penelitian menunjukkan, 52 persen pasangan kembar identik yang memiliki saudara kembar identik seorang gay berkembang pula menjadi gay. Hanya 22 persen pasangan kembar biasa yang menunjukkan sifat itu.

Saudara biologis punya kecenderungan 9,2 persen dan saudara adopsi 10,5 persen. Penelitian ini menyimpulkan pengaruh genetik dalam homoseksualitas, tetapi belum mengungkap kromosom genetik penentu homoseksualitas.

sumber : Pusat Data Republika
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA