Wednesday, 4 Jumadil Akhir 1441 / 29 January 2020

Wednesday, 4 Jumadil Akhir 1441 / 29 January 2020

Si Unyil Kembali dengan Konsep Animasi 3D

Rabu 17 Feb 2016 18:36 WIB

Rep: Fira Nursya'bani/ Red: Winda Destiana Putri

Film boneka si Unyil yang pernah sukses di tahun 80-an saat ditayangkan di TVRI

Film boneka si Unyil yang pernah sukses di tahun 80-an saat ditayangkan di TVRI

Foto: TVRI

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tokoh si Unyil akan kembali menghiasi layar kaca Indonesia dengan konsep animasi 3D.

Serial animasi Petualangan Si Unyil ini diproduksi Perum Produksi Film Negara (PFN) yang bekerja sama dengan Asosiasi Industri Animasi dan Kreatif Indonesia (Ainaki).

Perwakilan Ainaki dari Kumata Animation Studio, Daryl Wilson, mengatakan, sebelum diperkenalkan kepada masyarakat, karakter animasi Unyil telah melalui berbagai tahapan desain.

Dalam tahapan desain karakter, PFN banyak menerima masukan dari animator-animator Indonesia, bahkan lembaga tersebut membuka kesempatan bagi para animator untuk membantu membuat desain karakter si Unyil.

"Awalnya, kami merasa karakter animasi si Unyil masih kurang waw, setelah dilempar ke komunitas animasi, baru kita dapat desain yang bagus. Setelah itu, kita baru masuk tahap modelling ke 3D," ujar Daryl, dalam acara pre-event launching serial animasi Petualangan Si Unyil, di Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Rabu (17/2).

Menurutnya, kesulitan yang didapat selama proses produksi adalah mentransformasikan bentuk si Unyil dari boneka menjadi animasi 3D. Terlebih, serial animasi membutuhkan biaya yang lebih banyak. Untuk animasi si Unyil sendiri menghabiskan Rp 500 juta sampai Rp 600 juta per episode.

"Kami harap ini mungkin bisa dijual keluar juga, tidak hanya diputar nasional. Karena, ceritanya mengandung nilai yang universal," kata dia.

Serial animasi Petualangan Si Unyil adalah sebuah serial keluarga yang mengetengahkan nilai-nilai persahabatan, kesetiakawanan, dan keriangan dunia anak-anak. Cerita yang diambil berasal dari peristiwa sehari-hari yang dikemas secara cerdas.

"Sehingga, anak-anak akan lebih banyak menikmati cerita yang kaya dari dunia mereka dengan rasa keindonesiaan," ujarnya menjelaskan.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA