Sunday, 15 Syawwal 1441 / 07 June 2020

Sunday, 15 Syawwal 1441 / 07 June 2020

Koulibaly Jadi Korban Aksi Rasis, Ini Sikap Pendukung Napoli

Senin 08 Feb 2016 02:56 WIB

Red: M Akbar

Kalidou Koulibaly

Kalidou Koulibaly

Foto: italianfootballdaily

REPUBLIKA.CO.ID, MILAN -- Ribuan penggemar Napoli memberikan dukungannya kepada korban pelecehan rasial Kalidou Koulibaly pada Ahad (7/2) dengan memenuhi Stadion San Paolo dengan topeng bergambar wajah pemain bertahan asal Senegal itu sebelum dimulainya pertandingan melawan Carpi.

Kasus terkini dari sejarah panjang insiden rasis yang menghantam sepak bola Italia ini terjadi pekan lalu, ketika pemain internasional Senegal kelahiran Prancis itu menjadi korban tiruan suara kera saat timnya menang 2-0 di markas Lazio.

Pada kesempatan itu, wasit Massimiliano Irrati, mengacu kepada regulasi-regulasi liga, menghentikan pertandingan itu selama hampir empat menit untuk meminta pelecehan itu dihentikan.

Lazio belakangan dijatuhi denda 50.000 euro dan Curva Nord (Kurva Utara) di Stadio Olimpico akan ditutup untuk para penggemar untuk dua pertandingan kandang mereka selanjutnya.

Meski keputusan Irrati untuk menghentikan pertandingan mendapat banyak pujian sebagai salah satu inisiatif baru di liga untuk menangkal rasisme, Koulibaly memperlihatkan rasa besar hati kepada pihak-pihak yang melecehkannya dengan menawarkan kaus Napolinya kepada seorang "anak gawang" berusia muda yang merupakan penggemar Lazio.

Satu grup pendukung, "Quelli del Sangue Azzurro" (Si Berdarah Biru) meminta para penggemar Napoli untuk memperlihatkan dukungan penuh mereka kepada Koulibaly dengan mengenakan topeng yang bergambar wajah sang pemain.

Dan para penggemar menjawabnya saat ribuan dari mereka, hampir memenuhi stadion dengan wajah pemain Afrika itu sebelum pertandingan melawan tim tamu dimulai.

Pernyataan dari grup itu pada pekan lalu berbunyi, "Semua orang di Naples terganggu dengan apa yang terjadi kepada bintang muda kami. Karena itu, kami ingin memperlihatkan dukungan penuh kami kepada Koulibaly."

"Kami semua bersama Anda, Kalidou. Kami mengundang para penggemar Napoli untuk mencetak foto sang pemain bertahan dan mengenakannya di wajah Anda ketika tim-tim memasuki lapangan."

Sikap ini senada dengan apa yang dilakukan oleh para pemain Treviso pada 2001 untuk memperlihatkan dukungan mereka kepada pemain Nigeria berusia 18 tahun Schengun Omolade, yang menjadi korban dari grup penggemar klubnya sendiri yang rasis, "Blue Army."

Pada pertandingan mereka berikutnya, tim inti Treviso memasuki lapangan dengan mencat wajah mereka sehingga berwarna hitam ketika Omolade -- yang tidak diberitahukan tentang rencana para pemain lainnya -- hanya dapat terkejut di bangku pemain cadangan.

Masalah Italia dengan rasisme terdokumentasi dengan baik, di mana sejumlah pemain papan atas menjadi korban pelecehan selama bertahun-tahun termasuk Ruud Gullit, Aaron Winter, Patrick Vieira, Paul Ince, Mario Balotelli dan Kevin-Prince Boateng.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA