Saturday, 28 Jumadil Akhir 1441 / 22 February 2020

Saturday, 28 Jumadil Akhir 1441 / 22 February 2020

Warga Semarang Resah dengan Lonjakan Kasus DBD

Jumat 05 Feb 2016 16:58 WIB

Rep: Bowo Pribadi/ Red: Ilham

Petugas Dinas kesehatan setempat menyemprotkan asap fogging di selokan dan rumah warga lorong 132 RW 002, Kelurahan Tabaringan, Kecamatan Ujungtanah, Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (21/5).

Petugas Dinas kesehatan setempat menyemprotkan asap fogging di selokan dan rumah warga lorong 132 RW 002, Kelurahan Tabaringan, Kecamatan Ujungtanah, Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (21/5).

Foto: Antara/Darwin Fatir

REPUBLIKA.CO.ID, UNGARAN -- Permintaan fogging oleh warga kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Semarang terus meningkat seiring lonjakan kasus demam berdarah dengue (DBD) di daerah ini. Bahkan, Bidang Pengendalian dan Pemberantasa Penyakit (P2P) kewalahan untuk memenuhi permintaan fogging yang disampaikan melalui masing-masing puskesmas.

Heru Sugito, warga RT 04/ RW 08 Kelurahan Siwakul mengakui, di lingkungannya sudah ditemukan beberapa kasus DBD. Namun, permintaan fogging yang sudah disampaikan melalui puskesmas belum kunjung dipenuhi.

"Warga kami mulai panik dan terus mendesak agar segera dilakukan fogging, agar kasus DBD ini tidak meluas," katanya di Ungaran, Jumat (5/2). (Pengalaman Ahok Kena DBD karena Dispenser).

Ia menjelaskan, setelah lima kasus DBD kembali muncul di awal bulan ini, warganya ngotot agar dilakukan fogging. Permintaan ini pun sudah disampaikan langsung hingga ke P2P. "Warga baru merasa tenang jika fogging sudah dilakukan di lingkungan ini."

Ismail, warga lain mengamini. Menurutnya fogging harus dilakukan secepatnya, mengingat kasus DBD di wilayah Ungaran dan sekitarnya juga terus melonjak. "Langkah ini untuk membunuh nyamuk dewasa, sehingga dapat memotong siklus penyebaran DBD," tambahnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Semarang, dr Gunadi mengatakan, pihaknya sebenarnya sudah berupaya tidak melakukan fooging atau pengasapan untuk membasmi nyamuk. Namun ini tidak bisa dilakukan terus menerus. Kecuali memang dalam keadaan luar biasa yakni sudah ada warga yang positif menderita DB atau Chikungunya.
 
Jika fogging terus menerus dilakukan, kata dia, bisa berbahaya akibat sifat racunnya. "Fogging itu menggunakan insektisida. Sehingga dapat meracuni masyakarakat," katanya.

Gunadi, juga mengaku sudah mengeluarkan peringatan waspada penyakit DBD dan Chikungunya. Sebab, di musim penghujan ini berpotensi terhadap penularan dan penyebaran penyakit tersebut.

"Kami juga sudah membuat surat edaran untuk kewaspadaan dini. Yakni menggalakkan PSN dan meminta masyarakat berperilaku lingkungan yang baik," katanya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA