Senin, 2 Jumadil Akhir 1441 / 27 Januari 2020

Senin, 2 Jumadil Akhir 1441 / 27 Januari 2020

Ada Apa di Balik Perut yang Membuncit?

Senin 01 Feb 2016 13:11 WIB

Rep: C34/ Red: Indira Rezkisari

Perut buncit

Perut buncit

Foto: ist

REPUBLIKA.CO.ID, Celana jins terasa sesak di bagian perut, padahal berat badan Anda belum naik? Barangkali Anda mengalami beberapa hal berikut yang membuat perut sedikit membesar.

Sindrom iritasi usus besar
Waspadai ini jika perut Anda membuncit dalam waktu yang lama dan ada rasa nyeri, sembelit, dan serangan diare. Agar perut terasa lebih baik, kurangi konsumsi roti gandum, oat, sereal bar, sereal, selama tiga bulan.

Masuk angin
Kita semua mengalami perut kembung dari waktu ke waktu, normalnya sampai 15 kali sehari dan bisa disebabkan karena angin. Untuk mengurangi ketidaknyamanan, kurangi makanan yang tinggi karbohidrat seperti kacang-kacangan, brokoli, kubis, plum, apel, dan makanan yang mengandung sorbitol pengganti gula.

(baca: Kompres Dingin dan Hangat, Cocoknya untuk Sakit Apa?)

Penyakit seliaka (celiac)
Penyakit seliaka adalah kondisi autoimun sebagai reaksi terhadap gluten, dengan gejala sering merasa lelah, berat badan berkurang, dan sakit perut. Mengatasinya, hindari semua makanan yang mengandung gluten, termasuk produk yang berbahan gandum, barley, dan rye.

Fluktuasi hormon
Hormon yang tidak stabil bisa jadi penyebab perut yang agak membuncit, jika Anda perempuan dan berada dalam masa pramenstruasi atau pada tahap awal kehamilan. Apabila itu mengganggu, coba berjalan selama 30 menit sehari, banyak-banyak minum air putih serta makan buah, sayur, dan biji-bijian.

Kanker ovarium
Risiko ini bisa terjadi jika Anda kembung, sakit perut, dan kenyang terus-menerus. Gejalanya yang samar sering menjadi penyebab kanker ini terlambat didiagnosis, namun tetap perlu mewaspadainya, dikutip dari Mirror.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA