Minggu, 24 Jumadil Awwal 1441 / 19 Januari 2020

Minggu, 24 Jumadil Awwal 1441 / 19 Januari 2020

Bandara di Pulau Bawean Diresmikan Sabtu

Jumat 29 Jan 2016 19:06 WIB

Rep: Lintar Satria / Red: Yudha Manggala P Putra

Pulau Bawean

Pulau Bawean

Foto: Google

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Perhubungan akan meresmikan operasional Bandara Harun Thohir di Pulau Bawean, Jawa Timur. Akses untuk menuju Pulau Bawean, yang terletak di Laut Jawa, sekitar 120 kilometer sebelah utara Kabupaten Gresik.

Pulau yang memiliki 70 ribu penduduk ini kebanyakan memiliki mata pencaharian sebagai nelayan dan petani juga menjadi pekerja di Malaysia dan Singapura. Maka keberadaan bandara dianggap penting.

"Menteri Perhubungan Ignasius Jonan dijadwalkan untuk meresmikan bandara ini pada Sabtu, 30 Januari 2016," kata J. A. Barata Kepala Humas dan Informasi Pelni, Jumat (29/1).

Barata mengarakan dengan beroperasinya bandara ini,  maka masyarakat dapat memanfaatkan penerbangan perintis rute Surabaya-Bawean (PP) yang dilayani oleh PT. Airfast Indonesia.

Bandara Harun Thohir memiliki landasan pacu (runway) sepanjang 930 meter dan mampu didarati oleh pesawat jenis twin otter. Dengan menggunakan transportasi udara, perjalanan dari Surabaya menuju Pulau Bawean dapat ditempuh dalam waktu kurang lebih 55 menit.

"Bila menggunakan transportasi laut, dapat menghabiskan waktu sampai dengan 6 jam untuk menempuh jarak yang sama, tergantung pada kondisi cuaca dan ombak di perairan," tambahnya.

Dengan demikian, keberadaan bandara ini diharapkan dapat meningkatkan arus mobilisasi sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dan menunjang sektor pariwisata Pulau Bawean.

Pembangunan dan pengembangan bandara ini merupakan implementasi dari fokus kerja Kementerian Perhubungan untuk terus meningkatkan kapasitas sarana transportasi dan kualitas layanan transportasi kepada masyarakat.

"Selain itu juga sebagai perwujudan Nawa Cita yang digagas oleh Presiden RI Joko Widodo untuk hadir melayani masyarakat di daerah terpencil dan belum berkembang," tutup Barata.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA