Tuesday, 3 Jumadil Awwal 1443 / 07 December 2021

Tuesday, 3 Jumadil Awwal 1443 / 07 December 2021

Jepang Kecam Film Kontroversi PD II Buatan AS

Jumat 29 Jan 2016 08:02 WIB

Rep: Melisa Riska Putri/ Red: Ani Nursalikah

Siswi Menengah Atas Jepang melambaikan tangan kepada pasukan bunuh diri

Siswi Menengah Atas Jepang melambaikan tangan kepada pasukan bunuh diri "kamikaze" Jepang saat Perang Dunia II

Foto: www.english-online.at

REPUBLIKA.CO.ID, TOKYO -- Sebuah film kontroversial tentang Perang Dunia II memicu tuduhan rasisme terhadap Jepang. Film yang dibintangi aktris Angelina Jolie itu akan dirilis pada awal Februari nanti.

Film berjudul Unbroken didasari pada buku non-fiksi yang ditulis Laura Hillenbrand tentang kehdupan atlet olimpiade Louis Zamperini. Buku tersebut telah dirilis di Amerika Serikat dan tempat lainnya pada akhir 2014.

Seperti diberitakan laman The Independent, Kamis (18/1), keberatan Jepang terutama lantaran pengalaman Zamperini yang meninggal pada Juli 2014 pernah ditangkap di Pasifik Mei 1943. Ia dipukuli dan dianiaya sampai akhir perang pada Agustus 1945. Bersama Mutsuhiro Watanabe, tawanan perang yang dijuluki The Bird membawanya keluar untuk pengobatan.

Sayap kanan Jepang sangat marah pada deskripsi dalam buku yang mengggambarkan tawanan perang dipukuli, dibakar, ditusuk atau dipukuli hingga tewas, ditembak, dipenggal, tewas dalam eksperimen medis atau dimakan hidup-hidup dalam tindakan ritual kanibalisme.

"Film ini tidak kredibel dan bermoral," kata Sekretaris Jenderal Society for the Dissemination of Historical Fact Hiromichi Moteki pada rilis awal.

Seorang profesor hubungan internasional di Universitas Fukui Prefectural Yoichi Shimada menegaskan, buku yang mendasari film harus disebut sebagai novel dan menolak banyak klaim Zamperini tersebut. "Buku dan film, keduanya tidak perlu menekankan peristiwa kekerasan oleh militer Jepang," katanya.

Ia mengakui ada beberapa kekejaman selama perang namun hal itu bukan hanya dilakukan orang Jepang. "Semua tentara melakukan kekejaman," lanjut Shimada.

Ia juga menilai waktu rilis film ini sangat tidak konstruktif mengingat Jepang dan AS harus meningkatkan kerja sama keamanan melawan ancaman yang ditimbulkan Cina.

 

Baca juga:

Sejarah Hari Ini: Penembakan Sekolah Dasar di San Diego

Peneliti AS Kerjakan Bahan Potensial Vaksin Zika

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA