Rabu, 20 Zulhijjah 1440 / 21 Agustus 2019

Rabu, 20 Zulhijjah 1440 / 21 Agustus 2019

Harga Minyak Mentah Dunia Masih akan Rendah, Ini Perkiraannya

Rabu 27 Jan 2016 18:00 WIB

Rep: Gita Amanda/ Red: Teguh Firmansyah

Harga minyak merosot (ilustrasi)

Harga minyak merosot (ilustrasi)

Foto: IRAQENERGY.ORG

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Bank Dunia memperkirakan, harga minyak dunia masih akan di bawah 40 dolar Amerika Serikat per barel sepanjang 2016. Bank Dunia mengatakan kelebihan minyak masih akan mendominasi pasar selama tahun berikutnya.

Seperti dilansir the Guardian, Selasa (26/1), cuaca dingin yang hangat di Eropa dan melemahnya pertumbuhan ekonomi Cina akan menekan permintaan minyak. Ini diperkirakan akan membuat harga minyak dunia rata-rata masih di angka 37 dolar AS perbarel, turun dari proyeksi Oktober lalu sebesar 51 dolar per barel.

Terakhir dua tahun lalu, harga minyak dunia di atas 115 dolar AS per barel. Sementara dalam beberapa pekan terakhir harga minyak mentah Brent tenggelam di bawah 30 dolar AS per barel.

Ekonom Senior Bank Dunia John Baffes mengatakan, harga rendah minyak dan komoditi tampaknya akan terus berlangsung dalam beberapa waktu ke depan. Sementara beberapa harga komoditas akan naik sedikit dua tahun ke depan, meski risiko penurunan siginifikan masih ada.

Saat ini, minyak mentah Brent naik hampir lima persen menyentuh 32 dolar AS per barel. Pekan lalu harga minyak mentah Brent 27 dolar AS per barel. Peningkatan terjadi setelah produsen minyak dari negara OPEC dan non-OPEC mengambil langkah untuk mengatasi kelebihan pasokan.

Namun laporan mengatakan harga minyak bisa jatuh lebih jauh sebab Iran baru-baru ini membatalkan rencananya mengurangi produksi minyak di tempat lain.

Harga minyak mulai jatuh sejak musim panas 2014, setelah adanya perlambatan dalam output pabrik Cina. Industri manufaktur negara itu berhenti membeli komoditas itu di tingkat tinggi, setelah krisis keuangan pada 2008.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA