Friday, 6 Syawwal 1441 / 29 May 2020

Friday, 6 Syawwal 1441 / 29 May 2020

Kendaraan Bermotor Sumbang 23 Persen Gas Rumah Kaca

Jumat 22 Jan 2016 14:19 WIB

Rep: Rossi Handayani/ Red: Dwi Murdaningsih

  Sebuah bus kota dengan asap mengebul dari knalpotnya melintas di ruas jalan fly over Rawamangun Jakarta, Senin (9/11).

Sebuah bus kota dengan asap mengebul dari knalpotnya melintas di ruas jalan fly over Rawamangun Jakarta, Senin (9/11).

Foto: Republika/Darmawan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Unit Pendidikan dan Pengkaderan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), Mohamad Islah mengungkapkan, kendaraan bermotor masih menjadi kontributor terbesar dalam pencemaran udara.

"Kendaraan bermotor masih menjadi kontributor utama dalam pencemaran udara di berbagai kota di Indonesia dan menyumbangkan 23 persen Emisi Rumah Kaca-GRG emission global dan sekitar 13 nasional," kata Islah pada forum diskusi Menuju Industri Otomotif Indonesia Semakin Hijau di Jakarta, Kamis (21/1).

Adapun alat transportasi, Islah menjelaskan, memang dibutuhkan untuk mendukung mobilitas masyarakat, maupun barang guna memenuhi kebutuhan manusia dalam kehidupan sehari-hari.

Ia memberikan rekomendasi untuk mengarahkan industri otomotif dengan memproduksi bus-bus besar guna terpenuhinya fungsi transportasi secara masal yang ramah lingkungan. Selain itu, menurutnya juga harus ada penerapan emisi tinggi.

"Penerapan standard emisi yang lebih tinggi dan mendukung secara progresif penerapan kendaraan bertenaga surya dan listrik," ujar dia.

Rekomendasi lainnya yakni dapat mengalihkan biaya pembuatan jalan tol dalam kota, kepada pembangunan sarana dan moda transportasi masal. Sementara untuk mengurangi mobilitas yang tidak perlu, harus ada pengaturan pusat Industri satu paket dengan penyediaan pemukiman buruh..

Islah mengatakan, terdapat beberapa tantangan dalam pertumbuhan kendaraan, salah satunya yakni industri otomotif cenderung membidik konsumen berdaya beli rendah. Sementara dengan kendaraan murah tingkat keamanannya masih menjadi pertanyaan.

Kemudian Pemerintah belum membuat regulasi yang progresif untuk mendorong produksi kendaraan ramah lingkungan terkait emisi yang rendah, hemat bahan bakar dan tranportasi massal.

baca juga:

Piaggio Indonesia Naikkan Harga Jual di 2016

Pajero Ingin Naik Kelas

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA