Minggu, 24 Zulhijjah 1440 / 25 Agustus 2019

Minggu, 24 Zulhijjah 1440 / 25 Agustus 2019

Menperin: Serangan Teror tak Berdampak bagi Industri

Selasa 19 Jan 2016 04:30 WIB

Rep: Muhammad Nursyamsyi/ Red: Winda Destiana Putri

Menteri Perindustrian Saleh Husin

Menteri Perindustrian Saleh Husin

Foto: Antara/Muhammad Adimaja

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Perindustrian Saleh Husin mengatakan tidak ada dampak yang signifikan akibat serangan teror dan juga penurunan suku bunga acuan (BI rate) sebesar 25 basis poin menjadi 7,25 persen.

"Enggak, masih tetap, saya sudah bilang dengan kejadian kemarin (bom) tidak pengaruhi sama sekali dan industri jalan sebagaimana mestinya," kata dia di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (18/1).

Bicara soal target pertumbuhan Industri di 2016, ia menyatakan, berkisar di angka 5,6 persen sampai 6,1 persen. Kendati tidak begitu memengaruhi indistri tanah air, ia mengatakan, kejadian serangan teror dan juga penurunan BI rate tetap diperlukan koordinasi dengan instansi terkait.

"Tentu disini perlu koordinasi dengan instansi-instansi terkait agar industri yang selama ini berjalan bisa kita tingkatkan," lanjutnya.

Bank Indonesia telah menurunkan suku bunga acuan (BI rate) sebesar 25 basis poin menjadi 7,25 persen pada hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI, Kamis (14/1).

Sementara suku bunga Deposit Facility tetap 5,25 persen dan Lending Facility pada level 7,75 persen. Penurunan suku bunga tersebut juga menjadi sinyal ruang pelonggaran kebijakan moneter selanjutnya masih terbuka.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Tirta Segara, mengatakan, penurunan suku bunga acuan mempertimbangkan meredanya ketidakpastian pasar keuangan global pascakenaikan Fed-Fund Rate (FFR).

Sebelumnya Bank Indonesia juga menyatakan ruang pelonggaran kebijakan moneter semakin terbuka dengan terjaganya stabilitas makro ekonomi.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA