Thursday, 28 Jumadil Awwal 1441 / 23 January 2020

Thursday, 28 Jumadil Awwal 1441 / 23 January 2020

Reza Rahadian Sempat Ragu Perankan Habibie Lagi

Jumat 15 Jan 2016 21:55 WIB

Red: Yudha Manggala P Putra

Reza Rahadian

Reza Rahadian

Foto: Republika/Prayogi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Aktor Reza Rahadian sempat ragu ketika ditawari lagi berperan menjadi BJ Habibie dalam "Rudy Habibie". Sampai-sampai BJ Habibie secara khusus  meminta Reza untuk kembali menghidupkan karakternya di layar lebar.

"Tadinya saya bilang saya tidak yakin bisa, apakah siap masuk lagi ke karakter ini? Keluarnya saja susah setengah mati, sekarang harus masuk lagi," ujar Reza di Jakarta, Jumat (15/1).

Akhirnya pria 28 tahun itu memutuskan kembali lagi berakting menjadi Habibie, tidak hanya satu, tetapi trilogi "Rudie Habibie" yang bagian pertamanya akan ditayangkan pada paruh kedua 2016.

"Saya menerima proyek film ini karena film ini adalah momentum penting untuk pribadi, saya juga merasa punya tanggung jawab terhadap film sebelumnya (Habibie & Ainun)," tutur dia.

Semenjak membintangi film "Habibie & Ainun", Reza mengaku hubungannya dengan Presiden Republik Indonesia ke-3 itu tetap dekat. Pria yang memanggil Habibie sebagai "eyang" itu menganggapnya seperti kakek sendiri.

Reza kerap berbincang hingga berjam-jam dengan Habibie ketika makan siang atau makan malam. Topik pembicaraannya beragam, mulai dari isu negara hingga urusan pribadi.

"Itu ditampung terus jadi bahan, tidak hanya topiknya, tapi untuk mengingatkan saya bagaimana cara dia bicara dan gestur spesifiknya, saya tidak mau kehilangan itu," ujar Reza.

Dalam "Rudy Habibie", Reza ingin menghidupkan karakter Habibie muda sebagai seorang yang menyenangkan dan lucu. Reza pun berusaha mengorek sisi lain Habibie sebagai pemuda yang belum banyak diketahui publik untuk diterjemahkannya dalam akting. "Saya sekarang nanya bandelnya eyang itu bagaimana?" kata dia.

"Rudy Habibie" disutradarai oleh Hanung Bramantyo, sementara skenario dikerjakan oleh Gina S. Noer. Pengambilan gambar akan dilakukan di Jerman dan kota-kota Indonesia seperti Jogjakarta, Jakarta, Makassar dan Bandung.


sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA