Wednesday, 27 Jumadil Awwal 1441 / 22 January 2020

Wednesday, 27 Jumadil Awwal 1441 / 22 January 2020

Bertepatan dengan Imlek, Alasan SGS Diselenggarakan Februari

Selasa 12 Jan 2016 16:16 WIB

Red: Winda Destiana Putri

Menpar Arief Yahya bersama dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meresmikan pembukaan Solo Great Sale 2016 di Kementerian Pariwisata, Selasa (12/1)

Menpar Arief Yahya bersama dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meresmikan pembukaan Solo Great Sale 2016 di Kementerian Pariwisata, Selasa (12/1)

Foto: Puskompublik Kemenpar

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bertepatan dengan libur hari raya Imlek pada 8 Februari 2016 mendatang, Pemprov Kota Solo bersama dengan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menggelar ajang Solo Great Sale (SGS) selama satu bulan penuh.

Acara ini bukan hanya mendatangkan keuntungan secara materi, namun memberikan dampak pada meningkatnya kunjungan wisatawan, baik domestik maupun asing ke Solo.

"Bulan Februari bertepan dengan musim liburan hari raya Imlek, sehingga even SGS menjadi salah satu daya tarik bagi wisman khususnya dari Cina yang tahun ini kita targetkan sebanyak 2 juta wisman," kata Arief Yahya.
 
Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo menambahkan penyelenggaraan SGS merupakan upaya untuk menggerakan perekomian masyarakat maupun dunia usaha dari kalangan  pengusaha;  pariwisata (hotel, restoran, cinderamata); penerbangan & transportasi, perbankan, usaha ritail dan distro, hingga warung makan,serta kampung batik kesemuanya sebagai peserta great sale.

"Event SGS menjadi magnit untuk manarik wisatawan datang dan berbelanja di Solo antara lain kain batik dengan demikian akan meningkatkan kesejahteraan para penrajin batik," tambah Gubernur Ganjar Pranowo.
 
Penyelenggaran SGS 2016 yang sudah kedua kalinya ini dilaksanakan oleh Pemerintah Jawa Tengah bersama Kadin Kota Surakarta ini sebagai upaya terobosan dalam mendongkrak aktivitas ekonomi dan bisnis di bulan Februari 2016 yang diprediksikan akan mengalami perlambatan.

Melalui kegiatan great sale tersebut diharapkan kegiatan ekonomi tetap bergeliat, antara lain karena didorong oleh pergerakan wisatawan yang akan memasuki peak seasons bertepatan musim liburan hari raya Imlek yang akan jatuh pada 8 Februari 2016.
 
Event SGS 2016 akan diikuti sekitar 700 tenant dari berbagai kalangan pelaku usaha bekerjasama dengan pemerintah, akademisi, komunitas, serta media (triple helix).

Kegiatan ini memiliki daya tarik tinggi lewat pemberian diskon, hadiah langsung, insentif, serta kemeriahan  dari berbagai kegiatan seni budaya  yang menarik wisatawan. Penyelenggaraan SGS tahun 2015 yang lalu menghasilkan transaksi sebesar Rp 80 miliar serta kunjungan wisatawan sebanyak 194 ribu wisatawan.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA