Monday, 19 Rabiul Akhir 1441 / 16 December 2019

Monday, 19 Rabiul Akhir 1441 / 16 December 2019

Saat Imam Bukhari Mendapat Fitnah

Jumat 08 Jan 2016 07:00 WIB

Red: achmad syalaby

Makam Imam Bukhari di Uzbekistan.

Makam Imam Bukhari di Uzbekistan.

Foto: picasaweb.google.com

REPUBLIKA.CO.ID, Saat Imam Bukhari sampai di Naisabur, jenius yang terkenal di kalangan perawi hadis itu disambut meriah. Umat Muslim berlomba-lomba menyambut sang imam. Tak terkecuali ulama besar di Naisabur yang tak lain guru imam bukhari, Az Zihli.

Hanya, tak lama kemudian, ia mendapat fitnah dari orang-orang yang dengki. Mereka menuduh sang Imam sebagai orang yang berpendapat bahwa "Alquran adalah makhluk." 

Hal inilah yang menimbulkan kebencian dan kemarahan gurunya, Az Zihli kepadanya. Kata Az Zihli: "Barang siapa berpendapat lafadz-lafadz Alquran adalah makhluk, maka ia adalah ahli bid'ah. Ia tidak boleh diajak bicara dan majelisnya tidak boleh didatangi. Dan barang siapa masih mengunjungi majelisnya, curigailah dia." 

Setelah adanya ultimatum tersebut, orang-orang mulai menjauhinya. Sebenarnya, Imam Bukhari tak pernah mengatakan lafaz Alquran sebagai makhluk. Diceritakan, ketika itu seseorang berdiri dan mengajukan pertanyaan kepadanya: "Bagaimana pendapat Anda tentang lafadz-lafadz Alquran, makhluk ataukah bukan?" 

Bukhari berpaling dari orang itu dan tidak mau menjawab kendati pertanyaan itu diajukan sampai tiga kali. Tetapi orang itu terus mendesak. Ia pun menjawab: "Alquran adalah kalam Allah, bukan makhluk, sedangkan perbuatan manusia adalah makhluk dan fitnah merupakan bid'ah." 

Pendapat yang dikemukakan Imam Bukhari ini, yakni dengan membedakan antara yang dibaca dengan bacaan, adalah pendapat yang menjadi pegangan para ulama ahli tahqiq (pengambil kebijakan) dan ulama salaf. Tetapi dengki dan iri adalah buta dan tuli. 

Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa Bukhari pernah berkata: "Iman adalah perkataan dan perbuatan, bisa bertambah dan bisa berkurang. Alquran adalah kalam Allah, bukan makhluk. Sahabat Rasulullah SAW, yang paling utama adalah Abu Bakr, Umar, Usman, dan Ali. Dengan berpegang pada keimanan inilah aku hidup, aku mati dan dibangkitkan di akhirat kelak, insya Allah." Di lain kesempatan, ia berkata: "Barang siapa menuduhku berpendapat bahwa lafadz-lafadz Alquran adalah makhluk, ia adalah pendusta."

sumber : Harian Republika
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA