Selasa, 26 Jumadil Awwal 1441 / 21 Januari 2020

Selasa, 26 Jumadil Awwal 1441 / 21 Januari 2020

Wisata Budaya Jadi Andalan Pariwisata Bali di MEA

Senin 04 Jan 2016 15:29 WIB

Rep: Mutia Ramadhani/ Red: Indira Rezkisari

Lansekap pantai dan Pura Uluwatu yang terletak di Uluwatu, Bali, Jumat (20/11). Dengan adanya Peraturan Presiden (Perpres) nomor 104 Tahun 2015 mengenai pembebasan visa di 75 negara, Pemerintah menargetkan pertumbuhan pariwisata pada akhir 2015 meningkat.

Lansekap pantai dan Pura Uluwatu yang terletak di Uluwatu, Bali, Jumat (20/11). Dengan adanya Peraturan Presiden (Perpres) nomor 104 Tahun 2015 mengenai pembebasan visa di 75 negara, Pemerintah menargetkan pertumbuhan pariwisata pada akhir 2015 meningkat.

Foto: Republika/Raisan Al Farisi

REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR -- Wisata budaya masih menjadi andalan pariwisata Bali, khususnya menghadapi persaingan di tengah era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang sudah berlaku saat ini. Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati atau Cok Ace mengatakan sumber daya manusia, budaya, dan alam Bali adalah tiga hal yang tak terpisahkan.

“Alam dan budaya Bali berkembang bersamaan dengan manusianya. Ini yang menjadi kekuatan kita,” kata Cok Ace kepada Republika.co.id, Senin (4/1).

Problem di Bali saat ini adalah menyeimbangkan antara suplai dan permintaan (demand) pariwisata. Meski tren pertumbuhan pariwisata Bali selalu positif, kata Cok Ace, namun pemerataan kesejahteraannya masih belum dirasakan di seluruh Bali, khususnya di luar Bali Selatan.

Jumlah penduduk Bali juga lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah wisatawan yang berkunjung. Destinasi wisata budaya masih terpusat di tiga tempat, yaitu Tanah Lot, Ubud, dan Uluwatu. Cok Ace menilai obyek-obyek wisata budaya di wilayah lainnya juga perlu mendapat perhatian.

Salah satu andalan wisata budaya di Bali berlokasi di Tanah Lot. Data Badan Daya Tarik Wisata (BDTW) Tanah Lot menunjukkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara dan domestik ke destinasi ini sepanjang 2015 mencapai 3,179 juta orang. Manager BDTW Tanah Lot, I Ketut Toya Adnyana mengatakan angka ini meningkat 1,7 persen dibandingkan setahun sebelumnya.

“Porsi antara wisatawan domestik dan mancanegara hampir sama, perbandingannya 53,78 dan 46,22 persen” katanya.

Tingkat kunjungan tertinggi terjadi pada Desember 2015 yang bertumbuh 77 persen dibandingkan November 2015. Capaian jumlah pengunjung di Tanah Lot sepanjang 2015 sudah di atas target yang semula 2,367 juta.

Tanah Lot memiliki sejumlah obyek wisata budaya, khususnya pura. Beberapa pura yang disucikan antara lain Pura Tanah Lot dan Pura Batu Bolong. Pura-pura ini menjadi tempat ibadah masyarakat Hindu Bali disebut odalan yang diperingati setiap 210 hari sekali. Biasanya harinya berdekatan dengan Hari Raya Galungan dan Kuningan.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA