Wednesday, 4 Jumadil Akhir 1441 / 29 January 2020

Wednesday, 4 Jumadil Akhir 1441 / 29 January 2020

Mengenal Penyebab Alergi Sinar Matahari

Senin 04 Jan 2016 07:34 WIB

Rep: MgROL55/ Red: Dwi Murdaningsih

 Kira-kira 20 persen dari orang dewasa Australia memiliki setidaknya satu penyakit alergi, angka itu diperkirakan akan terus meningkat menjadi 25 persen pada 2050.

Kira-kira 20 persen dari orang dewasa Australia memiliki setidaknya satu penyakit alergi, angka itu diperkirakan akan terus meningkat menjadi 25 persen pada 2050.

Foto: abc

REPUBLIKA.CO.ID, Tanpa matahari tidak akan ada kehidupan di planet kita. Sinar matahari memberikan kehidupan di bumi. Namun, rupanya ada beberapa orang yang mengalami alergi dengan cahaya matahari. Orang ini umumnya akan merasakan gatal-gatal, kulit merah dan rasa perih. Bagaimana hal ini bisa terjadi? Masalah paling umum tentang matahari adalah terkait dengan kulit.

Alergi sinar matahari terkait dengan polymorphous light eruption (PLE) atau paparan cahaya polimorf yang memaparkan cahanya ke kulit manusia. Bagi orang yang seperti ini, tak lama setelah terkena paparan sinar matahari kulit seseorang di sekitar dada dan lengan menjadi merah, gatal-gatal dan perih.

Dilansir dari laman Sciencealert, wartawan sains Signe Dean menulis bahwa PLE cenderung dimulai pada musim semi dan awal musim panas, ketika orang pertama kalinya keluar di bawah sinar matahari. Para ilmuwan tidak sepenuhnya yakin mengapa PLE berkembang, tetapi tampaknya kepekaan terhadap radiasi ultraviolet dan panjang pendek gelombang sinar matahari yang mencapai planet kita.

Kondisi lebih dramatis disebut solar urticaria. Penyakit ini dapat menimbulkan rasa sakit yang amat menyakitkan dan juga akan meninggalkan bekas pada kulit. Jadi berjemur dibawah matahari adalah hal yang sangat mengerikan bagi orang-orang yang mengalami kondisi ini.

Solar Urticaria disebabkan oleh imunoglobulin E (IgE), antibodi yang sama yang berperan dalam berbagai alergi, termasuk serbuk sari, kepekaan terhadap makanan, asma, dan lain-lain. Untuk mengatasi hal ini, yang bisa dilakukan adalah mengambil antihistamin untuk mengatasi reaksi alergi dalam tubuh, serta krim steroid untuk mengobati kulit.

Jenis lain dari sensitivas matahari adalah prurigo actinic. Biasanya orang-orang Amerika keturunan India dan orang Amerika Latin, terutama Mexico dan Amerika Tengah, yang mengidap penyakit ini. Bahkan jika Anda terhindar dari semua kondisi genetik ini, sensitivitas cahaya matahari masih bisa terjadi pada Anda, seperti akibat pemakaian obat tertentu atau krim topikal. Doksisiklin, obat jerawat umum, adalah salah satu obat tersebut, tetapi antibiotik lain seperti sulfonamid juga dapat menyebabkan alergi.

berita sains lainnya:

7 Peristiwa Cuaca Ekstrem Paling Spektakuler di Dunia

6 Hormon yang Memengaruhi Mood Anda

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA