Rabu, 20 Zulhijjah 1440 / 21 Agustus 2019

Rabu, 20 Zulhijjah 1440 / 21 Agustus 2019

Pakar: Harga Minyak Mentah Terpuruk di 2016

Sabtu 02 Jan 2016 06:13 WIB

Rep: Fira Nursya'bani/ Red: Ani Nursalikah

Kereta pengangkut minyak mentah (ilustrasi)

Kereta pengangkut minyak mentah (ilustrasi)

Foto: whotalking.com

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Harga minyak mentah turun sebesar 35 persen di 2015, pada angka 37 dolar AS per barel. Beberapa pakar perminyakan mengatakan harga minyak mentah akan bangkit pada akhir 2016, namun sebelumnya harus merasakan keterpurukan terlebih dahulu.

Pakar perminyakan Goldman Sachs memperkirakan harga minyak akan menyentuh 38 dolar AS per barel pada Februari 2016. Angka tersebut bahkan lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

"Minyak sedang dalam tekanan karena persediaan yang melimpah. Minyak mentah saat ini sangat tidak seimbang," ujar Sachs, seperti dikutip laman CNN.

Di satu sisi, kata dia, ada perlambatan permintaan minyak mentah, terutama dari Cina. Di sisi lain, produsen minyak terus memompa minyaknya untuk memenuhi pangsa pasar.

OPEC sebagai pelaku utama pasar minyak, menolak memangkas produksi untuk meningkatkan harga. Kartel yang dipimpin Saudi tersebut sedang mencoba meningkatkan biaya produksi yang lebih tinggi di AS dan negara-negara lainnya.

Selain itu, Iran bersiap kembali berada di jajaran atas produsen minyak global. Setelah terlepas dari sanksi, Iran ingin meningkatkan produksi minyak mentah 1,5 juta barel per hari pada 2016.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA