Tuesday, 7 Sya'ban 1441 / 31 March 2020

Tuesday, 7 Sya'ban 1441 / 31 March 2020

Catatan Kritis untuk Pemerintahan Jokowi

Senin 04 Jan 2016 06:15 WIB

Red: M Akbar

Presiden Jokowi didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla memimpin rapat terbatas, di kantor Presiden, Jakarta, Jumat (23/10).

Presiden Jokowi didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla memimpin rapat terbatas, di kantor Presiden, Jakarta, Jumat (23/10).

Foto: Setkab

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Aria Bima (Politisi)

Pada pengujung 2015, kita bisa melihat riak politik. Riak itu terjadi sebagai akibat proses Pilpres tahun lalu maupun penyebab lain. Pada akhirnya ditemukannya keseimbangan baru. Situasi politik nasional kini lebih stabil. Energi bangsa juga mulai bisa diarahkan pada agenda-agenda strategis.
 
Sejalan dengan hal itu, kepemimpinan nasional juga mulai terkonsolidasi. Esensi dari sistem presidensial telah menempatkan presiden sebagai orbitasi kekuasaan mulai terlihat. Presiden boleh dikatakan saat ini telah memegang kendali penuh. Ini modal penting untuk dapat mengarahkan energi bangsa pada level teknokrasi. Secara konkret saat ini berada di tangan birokrasi ke arah pencapaian target-target pembangunan.

Tantangannya kini justru terletak pada lemahnya konsolidasi ide. Sejumlah gagasan kunci presiden seperti Revolusi Mental, Poros Maritim Dunia, membangun dari pinggiran, menghadirkan negara, dan seterusnya masih diinterpretasikan sepihak oleh birokrasi. Akibatnya banyak yang masih terlihat jalan di tempat.

Revolusi mental malah menjadi proyek seperti P4 dulu. Bahkan ada orang yang dulunya punya bisnis motivator seperti Arie Ginanjar sekarang justru berubah haluan menjadi trainer Revolusi Mental untuk PNS dengan dukungan Menpan.

Sementara itu, menguatnya hubungan antara Presiden dengan partai pengusung, terutama PDI Perjuangan, telah menghasilkan sejumlah perkembangan positif. PDI Perjuangan sebagai partai pengusung semakin menunjukkan kiprahnya sebagai partai pendukung pemerintah, bukan seolah-olah seperti partai oposisi.

Membaiknya komunikasi antara Istana Presiden dan PDI Perjuangan juga didukung dengan ditunjuknya mantan Sekjen PDI Perjuangan Pramono Anung Wibowo sebagai Menteri Sekretaris Kabinet. Di luar membaiknya hubungan antara Presiden dan partai pengusung, juga telah terjadi dinamika politik yang cukup signifikan.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA