Saturday, 11 Sya'ban 1441 / 04 April 2020

Saturday, 11 Sya'ban 1441 / 04 April 2020

Pagi di 2016, Banyak Warga Australia Tertidur di Pantai

Jumat 01 Jan 2016 07:21 WIB

Red: Hazliansyah

Bondi, salah satu pantai paling favorit di Australia

Bondi, salah satu pantai paling favorit di Australia

Foto: EPA/DAN HIMBRECHTS

REPUBLIKA.CO.ID, Matahari pagi mulai menyinari hari pertama di 2016, menyoroti berbagai aktifitas masyarakat di berbagai belahan dunia. Mulai dari mereka yang bekerja, menghabiskan waktu bersama keluarga, atau masih terlelap akibat pesta perayaan tahun baru malam tadi.

Seperti yang terlihat di Bondi, salah satu pantai yang paling diminati di Australia.

Seiring matahari pagi yang mulai muncul, terlihat mereka yang terkapar di pantai karena mabuk ataupun lelah akibat pesta yang begitu larut tadi malam.

Dilansir dari Daily Mail, Jumat (1/1), banyak orang yang lelap tertidur dengan butiran pasir tepat di depan mulut mereka yang menganga. Meski banyak orang yang beraktifitas di pantai, mereka seolah tak peduli dengan tetap meringkuk di atas pasir.

Secara keseluruhan kepolisian Australia menyatakan kondisi keamanan selama perayaan malam tahun baru berjalan aman. Meski ada beberapa kejadian seperti laporan ancaman bom palsu serta kembang api ilegal yang memicu kebakaran kecil.

(baca: Ribuan Lampion Hiasi Langit Borobudur)

Pusat perayaan tahun baru di Australia sendiri digelar di Sydney Harbour untuk menikmati kembang api yang begitu terkenal. Sekitar 2.500 orang hadir dalam acara itu.

Sedikitnya 30 orang, salah satunya pria berusia 57 tahun ditahan atas kepemilikan narkoba.

Kejadian lain, polisi juga memecah sejumlah tawuran di daerah Leichhardt dan Balmain dengan satu orang berusia 21 tahun ditahan karena melempar botol ke kendaraan polisi.

"Banyak dari penangkapan berkat pro aktif kepolisian dengan ribuan petugas yang ditugaskan malam tadi, baik di atas air, udara, darat dengan patroli di berbagai titik dan transportasi umum," ujar Mike Fuller, Asisten Komisaris Kepolisian Sydney.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA