Thursday, 16 Sya'ban 1441 / 09 April 2020

Thursday, 16 Sya'ban 1441 / 09 April 2020

MEA Disebut Tantangan Bagi Sarjana Baru

Kamis 24 Dec 2015 19:50 WIB

Red: Yudha Manggala P Putra

Susahnya menjadi sarjana bagi kalangan tak mampu di negeri ini (ilustrasi).

Susahnya menjadi sarjana bagi kalangan tak mampu di negeri ini (ilustrasi).

Foto: zonaberita.com

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) Edy Suandi Hamid mengatakan tantangan para sarjana baru di era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) akan semakin berat.

"Pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN akan menjadi tantangan tersendiri bagi sarjana yang baru saja lulus," kata Edy Suandi Hamid di Jakarta, Kamis (24/12).

Pernyataan tersebut disampaikan terkait wisuda Institut Ilmu Sosial dan Manajemen STIAMI tahun akademik 2014 - 2015. Dia menambahkan, yang harus dilakukan oleh para sarjana adalah belajar tanpa henti dan meningkatkan daya saing.

Selain itu, tambah dia, para sarjana harus berani bersikap mandiri dan menciptakan lapangan kerja sendiri. "Ciptakanlah lapangan kerja sendiri," kata dia.

Sementara itu, dia juga menambahkan, lulusan perguruan tinggi dituntut untuk memiliki keunggulan agar mampu bersaing dan terserap dalam dunia kerja.

"Jangan hanya mengandalkan ijazah dalam mencari pekerjaan, melainkan dituntut untuk memiliki kompetensi dan keterampilan kerja yang baik," katanya.

Hal tersebut, kata dia, diperlukan mengingat semakin kompetitifnya persaingan di antara tenaga kerja.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA