Jumat, 22 Zulhijjah 1440 / 23 Agustus 2019

Jumat, 22 Zulhijjah 1440 / 23 Agustus 2019

Produk Kreatif Desa Berpotensi Jadi Komoditas Ekspor

Kamis 24 Des 2015 12:41 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Indah Wulandari

Pekerja menyelesaikan pembuatan sepatu bordir di industri rumahan kawasan Kampung batik Jetis, Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (23/12).

Pekerja menyelesaikan pembuatan sepatu bordir di industri rumahan kawasan Kampung batik Jetis, Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (23/12).

Foto: ANTARA FOTO/Umarul Faruq

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Produk kreatif masyarakat desa dapat diandalkan untuk mengembangkan industri berbasis cita rasa dan budaya lokal. Hal ini karena, ciri produk merupakan nilai jual tiap kawasan untuk dipasarkan dan dipopulerkan.

"Kreativitas pelaku usaha kecil menengah di desa menjadi strategi jitu untuk pemasaran produk. Ini menjadi bagian dari branding sehingga bisa lebih fokus dan terus berkembang," ujar Menteri Perindustrian Saleh Husin, Kamis (24/12).

Saleh menjelaskan, melalui program One Village One Product (OVOP) menjadi upaya untuk menggerakkan masyarakat secara bottom-up.

Setiap daerah mengolah potensi alam yang dimiliki menjadi produk  yang spesifik dan khas. Selanjutnya dipasarkan baik di daerah lokal sendiri, nasional maupun tujuan ekspor.

Menurut SaIeh, Indonesia memiliki sumber daya alam yang beraneka ragam. Hal ini dapat menciptakan produk spesifik serta ciri khas yang berbasis kekayaan budaya atau kearifan lokal.

"Produk kreatif tiap desa juga berpotensi menjadi tujuan wisata, mulai dari produknya, proses produksi hingga lingkungan sekitar karena orientasi wisatawan saat ini tak hanya ingin melakukan perjalanan tetapi juga menjajal pengalaman produksi seperti membatik, menenun, dan mengolah makanan-minuman," kata Saleh.

Kementerian Perindustrian mencatat, sepanjang 2014 pembinaan dan pengembangan terhadap industri kecil dan menengah telah menghasilkan kontribusi terhadap PDB industri pengolahan non-migas sebesar 34,56 persen. Sedangkan nilai ekspor yang dicapai pada 2014 sebesar 19,62 miliar dolar AS.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA