Senin, 30 Jumadil Akhir 1441 / 24 Februari 2020

Senin, 30 Jumadil Akhir 1441 / 24 Februari 2020

Kasus Kebakaran dan Longsor Dominasi Bencana di Sukabumi

Selasa 22 Des 2015 16:48 WIB

Rep: Riga Nurul Iman/ Red: Andi Nur Aminah

Warga menyaksikan jalan yang putus akibat longsor di Jalan Samsi, Kelurahan Cisarua, Kecamatan Cikole, Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (11/12).

Warga menyaksikan jalan yang putus akibat longsor di Jalan Samsi, Kelurahan Cisarua, Kecamatan Cikole, Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (11/12).

Foto: Antara/Budiyanto

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -- Di sepanjang 2015, kasus bencana kebakaran dan longsor di wilayah Jawa Barat paling banyak terjadi di Kota Sukabumi. Hal ini didasarkan pendataan dan laporan yang dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi. "Kasus yang paling banyak terutama kebakaran dan longsor, " ujar Kepala Unsur Pelaksana BPBD Kota Sukabumi Asep Suhendrawan kepada wartawan Selasa (22/12). 

Peristiwa kebakaran khususnya terjadi di musim kemarau. Sementara longsor terjadi pada momen musim hujan. Data BPBD menyebutkan, di sepanjang 2015 ini kasus longsor mencapai sebanyak 26 kasus. Sementara kasus kebakaran mencapai sebanyak 22 kasus. 

Jumlah kasus kebakaran dan longsor ini di atas kasus bencana lainnya seperti banjir maupun angin puting beliung. Asep mengatakan, kawasan yang rawan bencana longsor misalnya di Kecamatan Cikole. Terutama, di Kelurahan Cisarua yang setiap tahunnya menjadi langganan kejadian longsor di waktu musim hujan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Sukabumi Hanafie Zain mengatakan, sebagian wilayah Sukabumi memang termasuk kawasan yang rawan longsor. "Ada daerah yang rawan karena tempat tinggal warga tepat di bawah perbukitan," ujarnya. 

Menurut Hanifie, warga di daerah rawan bencana sudah diminta untuk meningkatkan kewaspadaan. Jangan sampai warga lalai dan mengabaikan peringatan sehingga menjadi korban bencana. 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA