Monday, 30 Jumadil Akhir 1441 / 24 February 2020

Monday, 30 Jumadil Akhir 1441 / 24 February 2020

Warga Desa Mekarmukti Garut Berada di Zona Rawan Longsor

Senin 21 Dec 2015 17:22 WIB

Rep: c10/ Red: Andi Nur Aminah

Daerah rawan longsor di garut, Jawa Barat

Daerah rawan longsor di garut, Jawa Barat

Foto: antarafoto

REPUBLIKA.CO.ID, GARUT -- Warga di Desa Mekarmukti, Kecamatan Talegong, Kabupaten Garut berada di zona rawan longsor. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut menilai kawasan Desa Mekarmukti kontur tanahnya cukup labil dan berpotensi longsor.

"Desa Mekarmukti daerahnya berbukit, yang jelas daerahnya labil dan sangat rawan longsor," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Garut, Dadi Djakaria kepada Republika.co.id, Senin (21/12).

Dadi menjelaskan, kendati sebagian wilayah Desa Mekarmukti berada di area rawan longsor, masih banyak warga yang tinggal di sana. Masyarakat di sana sudah terbiasa dengan kondisi alam yang seperti itu. Pihak BPBD pun tidak bisa sertamerta memaksa masyarakat untuk pindah.

Dadi mengatakan, BPBD hanya bisa sebatas menyampaikan imbauan kepada masyarakat yang ada di sana. Tujuannya agar masyarakat lebih hati-hati dan selalu siap siaga. Wilayah Mekarmukti memang banyak perbukitan dan tebing, sudah sewajarnya masyarakat di sana harus waspada karena rawan bencana alam.

Sebelumnya, di Desa Mekarmukti sudah terjadi pergerakan tanah yang mengakibatkan tanah retak di Kampung Pasir Geulis, Dusun Mekarbakhti, Desa Mekarmukti Kecamatan Talegong, Kabupaten Garut pada Jumat (18/12) dini hari.

Penyebab terjadinya pergerakan tanah menurut Dadi, karena setelah kemarau panjang, tiba-tiba langsung diguyur hujan deras dengan curah hujan yang tinggi. Selain itu kerap terjadi gempa bumi. Sehingga terjadilah pergerakan tanah. 

Akibat terjadinya pergerakan tanah pada Jumat lalu, lahan pertanian dan beberapa rumah penduduk rusak. Warga yang terkena dampak pergerakan tanah sudah dievakuasi ke tempat yang lebih aman. Warga lainnya juga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan. "Akibatnya pergerakan tanah ada delapan rumah, 20 KK dan 59 jiwa terancam," kata Dadi.

Dadi menegaskan, BPBD akan berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Tujuannya agar dilakukan kajian di Desa Mekarmukti. Mengingat kondisi tanah di wilayah Desa Mekarmukti labil dan rawan longsor.

 

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA