Tuesday, 12 Safar 1442 / 29 September 2020

Tuesday, 12 Safar 1442 / 29 September 2020

Survei: DPR Masih Institusi Paling Korup

Sabtu 19 Dec 2015 17:24 WIB

Rep: c25/ Red: Teguh Firmansyah

Politikus Golkar Setya Novanto  mengundurkan diri sebagai Ketua DPR pada sidang paripurna di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Jumat (18/12). (Republika/Rakhmawaty La'lang)

Politikus Golkar Setya Novanto mengundurkan diri sebagai Ketua DPR pada sidang paripurna di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Jumat (18/12). (Republika/Rakhmawaty La'lang)

Foto: Republika/Rakhmawaty La'lang

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI terus menurun. Hal ini dikarenakan banyaknya masalah yang seakan terus menyeret atau ditimbulkan anggota DPR sendiri.

Direktur Eksekutif Populi Center, Nico Harjanto, mengungkapkan masih rendahnya tingkat kepercayaan masyarakat, akan institusi yang mewakili mereka yaitu DPR RI. Menurutnya, survei telah menunjukkan masyarakat luas masih menganggap DPR, sebagai institusi paling korup yang ada di Indonesia.

"Tingkat kepercayaan sangat rendah. Mereka (DPR) masih dianggap intitusi paling korup," kata Nico, Sabtu (19/12).

Ia menerangkan dari survei yang telah dilakukan Populi Center, tingkat kepercayaan publik ke institusi DPR RI tidak sampai menyentuh angka 20 persen. Nico mengingatkan kalau DPR tidak sesegera mungkin melakukan pembenahan atau perbaikan kinerja, baik perseorangan maupun kelembagaan, tingkat kepercayaan akan terus menurun.

Nico menjelaskan tingkat kepercayaan publik terhadap kepemimpinan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, masih terbilang tinggi. Tingkat kepercayaan publik terhadap kepemimpinan mereka, lanjut Nico, masih lebih dari 67 persen.

Sayangnya, tingkat kepercayaan publik itu tidak menular kepada institusi-institusi pemerintah yang dikatakan terus mengalami penurunan, meski tingkat kepercayaan meningkat pada sejumlah nama menteri. Menurut Nico, pembenahan tetap harus dilakukan semua pihak, agar tingkat kepercayaan publik dapat terus meningkat.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA