Wednesday, 15 Sya'ban 1441 / 08 April 2020

Wednesday, 15 Sya'ban 1441 / 08 April 2020

Selamat 'Bertanding', Starting 5!

Sabtu 19 Dec 2015 16:59 WIB

Red: Israr Itah

Para pemain Satria Muda Pertamina (putih) melawan Garuda Bandung dalam Turnamen Pramusim IBL beberapa waktu lalu.

Para pemain Satria Muda Pertamina (putih) melawan Garuda Bandung dalam Turnamen Pramusim IBL beberapa waktu lalu.

Foto: IBL.com

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Israr Itah

Pertama, mari kita ucapkan terima kasih kepada DBL Indonesia yang sudah menggelar kompetisi basket antarklub tertinggi di Tanah Air bernama NBL Indonesia selama lima tahun (plus empat tahun WNBL Indonesia untuk kompetisi wanita). Dengan segala kekurangannya, harus diakui, DBL mampu mengemas kompetisi basket dengan menarik.

Para penggemar lama bersedia kembali ke pinggir lapangan untuk menyaksikan ke riuh - an pertandingan. Fan baru yang masih berusia remaja juga bertambah seiring ke mampuan liga 'menjual' para pebasket yang keren dan ganteng itu menjadi idola para ABG.

Keberhasilan Indonesia mengawinkan medali perak basket pada SEA Games 2015 di Singapura, entah besar atau kecil, tentunya juga berkat kontribusi DBL dengan kompetisi NBL dan WNBL-nya.

Hingga, saat DBL mengumumkan berhenti menggelar liga dan pamit pada awal tahun ini, banyak pihak tersentak. Pertanyaan muncul, siapakah yang mau melanjutkan meng - gelar kompetisi basket antarklub tertinggi di Tanah Air? Mampukah mereka meneruskan pengelolaan apik yang sudah ditunjukkan oleh DBL selama lima tahun ke belakang?

Pertanyaan ini tak menggantung lama. Pencinta basket Tanah Air mendapatkan jawaban dengan kehadiran Starting 5. Perusahaan baru yang digawangi oleh Hasan Gozali-- pemilik salah satu klub bola basket wanita--maju. Mereka berani mengambil tantangan mengelola liga basket profesional Indonesia ke depan.

Risikonya sudah jelas. Publik akan membanding-bandingkan mereka dengan operator sebelumnya. Entah dari segi kemasan, hiburan kepada penonton, perlakuan kepada awak media, dan banyak lagi.

Hasan tampaknya memahami ini. Dalam tulisannya di laman resmi IBL, ia seolah meminta publik untuk melupakan masa lalu dan bersedia mendukung Starting 5 menggelar kompetisi bola basket putra dan putri dengan kualitas yang tak kalah baik. Ia berharap, dengan kompetisi yang rutin digelar dengan bagus, akan berdampak pada prestasi timnas basket Indonesia.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA