Friday, 2 Jumadil Akhir 1442 / 15 January 2021

Friday, 2 Jumadil Akhir 1442 / 15 January 2021

Karya Mahasiswa- 'Nilep', Film Pendek Fiksi Terbaik

Rabu 16 Dec 2015 11:00 WIB

Red:

Film pendek karya mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) berhasil meraih penghargaan dalam kompetisi Anti- Corruption Film Festi val (ACFFest) 2015 yang diseleng ga ra kan Komisi Pemberan tasan Korupsi (KPK). Pada acara yang dilangsung kan di Bandung, Kamis (10/12), karya berjudul "Nilep" itu menjadi Film Pen dek Fiksi Pelajar Terbaik dan Film Favorit Pilihan Dewan Juri.

Ada sejumlah katergori dalam kompetisi ACFFest 2015. Yakni, kate gori Film Pendek Fiksi, Film Doku menter Pendek, Film Animasi Pen dek, Video Layanan Masyarakat, serta Vi deo Jurnalisme Warga (Citizen Journalism). Dalam kompetisi ter sebut ada 513 film yang bersaing dalam berbagai kategori. Nilep bersaing dengan empat karya lainnya dalam kategori yang sama, yakni film Ping Pong (Universitas Multimedia Nusantara, Tanggerang), Sumbangan Dablongan (Sabuk Cinema Ekskul Si nematografi SMA Bukateta, Pur ba ling ga), Takut Denda (Meditatif Film, Makasar), dan Pisang Molen (Ko munitas Film Milik Kita, Semarang).

"Alhamdulillah, film kami benar-benar mendapatkan apresiasi oleh dewan juri dan juga penonton yang turut hadir, dan kami berhasil menyisihkan empat film lainnya yang masuk nominasi ke dalam kategori yang sama," ujar Wahyu Agung Prasetyo, sutradara film Nilep, dalam rilis yang diterima Republika, akhir pekan lalu.

Film Nilep ini menceritakan kisah sekumpulan anak-anak yang terlibat dalam perdebatan setelah salah satu di antara mereka ketahuan mencuri mainan dari penjual. Dalam film yang digarap kurang lebih satu bulan ter sebut kemudian digambarkan situasi di mana anak-anak itu menyudutkan temannya yang mencuri, dan bersikap saling menyalahkan. Hingga akhirnya anak yang ketahuan mencuri itu me ngembalikan mainan kepada pemilik nya dengan memanfaatkan jasa pengiriman pos.

Ide cerita film tersebut, menurut Wahyu, adalah untuk menggambar kan kepolosan anak-anak dalam berperilaku. "Namun, di balik kepo losan dan kenakalan anak-anak tersebut masih ada sisi positif yang dapat diambil dari mereka, yaitu tentang kejujuran dan bertanggung jawab," ujar mahasiswa Ilmu Komunikasi UMY angkatan 2011 itu.

Film Nilep ini digarap Wahyu bersama Ludy Oji, Elena Rosmeisara, Sarah Dwi Putri, Adska Dora, Fauzan Ridwan, Dela Amanda, Rizki Pratama, Egha M Harismina, dan Prasida Yogi. Selain meraih peng hargaan di ACFFest 2015, film tersebut berhasil menyabet gelar di kompetisi lain. Karya Wahyu dan kawan-kawan ini meraih perhargaan Film Terbaik dan Sutradara terbaik dalam Tebas Award (The Best Annual Multimedia Show), dan masuk Nominasi Film Fiksi Anak Apresiasi Film Indonesia dari Kemendikbud. Nilep pun menjadi Film Terfavorit dalam ajang Festival Film Moviestival yang diseleng gara kan oleh PT Pos Indonesia di Ban dung, September lalu.

Nilep ini menjadi film kedua Wah yu dan kawan-kawan. Mereka se be lumnya memproduksi film berjudul Mak Cempluk yang juga mendapat berbagai apresiasi. Film pertama karya mereka menjadi Nominasi Film Pendek Terbaik Pekan Film Yogyakarta 2014, Best Picture Winner Algorythem UGM 2014, Official Selection Psychofest 2014, dan Out of Competition XXI Short Film Festival 2015. Mak Cempluk juga masuk dalam Official Selection Malang Film Festival 2015, Ide Cerita Terbaik Festival Film Indie Lampung 2015, dan Film Terbaik Kategori Komedi di Festival Taman Film Bandung. ed: irfan fitrat

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

 

BERITA LAINNYA