Sunday, 10 Safar 1442 / 27 September 2020

Sunday, 10 Safar 1442 / 27 September 2020

Longsor di Banjarnegara Telan Korban Jiwa

Selasa 15 Dec 2015 17:09 WIB

Rep: Eko Widiyatno/ Red: Andi Nur Aminah

Sejumlah warga bersama tim SAR, anggota TNI dan polisi menyingkirkan timbunan tanah longsor yang menutup jalan antar desa di kawasan lereng gunung Sumbing Desa Kalegen, Bandongan, Magelang, Jawa Tengah, Selasa (15/12).

Sejumlah warga bersama tim SAR, anggota TNI dan polisi menyingkirkan timbunan tanah longsor yang menutup jalan antar desa di kawasan lereng gunung Sumbing Desa Kalegen, Bandongan, Magelang, Jawa Tengah, Selasa (15/12).

Foto: Antara/Anis Efizudin

REPUBLIKA.CO.ID, BANJARNEGARA -- Hujan deras di wilayah Kabupaten Banjarnegara pada Senin (14/12) sore hingga malam, menyebabkan longsor di Banagara, Kabupaten Banjarnegara. Longsor tersebut mengakibatkan seorang warga meninggal tertimpa tanah yang longsor. 

Korban diketahui bernama Adim Isrudin bin Marsidi (55), warga Dusun Banagara Desa Mantrianom Kecamatan Bawang Kabupaten Banjarnegara. 

Kepala BPBD Banjarnegara, Catur Subandrio menyebutkan, peristiwa yang menyebabkan korban meninggal terjadi saat korban habis memberi makan kambing dan beristirahat di kandang kambing belakang rumahnya sekitar pukul 21.30 WIB. Pada saat sedang beristirahat di kandang itulah, tebing setinggi 12 meter yang ada di belakang kandang runtuh dan menimpa korban berikut kandang kambingnya.

Tetangga korban yang mendengar suara gemuruh, mengatakan bahwa suara gemuruh tersebut berasal dari tebing longsor yang berada di belakang rumah korban. Bahkan saat itu, runtuhan juga berbagai pepohonan yang ada di atasnya, mengubur kandang kambing korban dan bagian belakang rumahnya.

Mendapat laporan dari keluarga korban bahwa saat terjadi longsor Adim Isrudin sedang berada di kandang, warga segera melaporkan kejadian tersebut ke Polsek dan kecamatan yang kemudian menerusakan ke BPBD. ''Kami langsung menerjunkan tim untuk melakukan evakuasi korban. Bersama-sama dengan warga setempat, kami akhirnya dapat mengevakuasi korban pada malam itu juga,'' jelasnya.

Catur menyebutkan, setelah tubuh korban berhasil dievakuasi, petugas langsung membawa korban ke RS Islam Kecamatan Bawang. Namun  saat itu, kondisi korban kemungkinan sudah meninggal sehingga hanya dilakukan visum.

Selain di Desa Mantrianom, Catur menyebutkan, bencana longsor juga terjadi di Desa Masaran Kecamatan yang sama pada Senin (14/12) malam. ''Namun dalam kejadian itu tidak sampai menimbulkan korban. Hanya jalan desa yang menghubungkan Desa Pucang menuju Desa Wanadri, sempat tertutup longsor. ''Namun tadi pagi, longsoran yang menutupi badan jalan sudah dibersihkan sehingga lalu lintas sudah kembali normal,'' katanya.

Selain di wilayah Banjarnegara, longsor juga pada saat yang sama juga terjadi di wilayah Dusun Lengkong Desa Jemur Kecamatan Kebumen Kabupaten Kebumen. Staf Pusat Pengendali Operasi BPBD Kebumen, Edi Sutoyo, menyebutkan tanah yang longsor berupa tebing setinggi 12 meter. ''Akibat runtuhnya tebing tersebut, satu unit rumah warga hancur rata dengan tanah, dan satu rumah lagi rusak ringan,'' jelasnya.

Bahkan dia menyebutkan, longsor tersebut juga menyebabkan dua orang warga setempat mengalami luka-luka. ''Kedua korban tersebut, yang seorang merupakan pelajar  SMA dan seorang lagi merupakan lelaki paruh baya berusia sekitar 40-an tahun. Kaki sebelah kiri cidera. Korban dilaporkan mengalami luka dibagian kaki,'' katanya. 

Terkait kondisi cuaca belakangan ini, Kepala Kelompok Teknisi Stasiun Meteorologi BMKG Cilacap Teguh Wardoyo, menyatakan puncak musim hujan sebenarnya diperkirakan baru akan berlangsung Januari 2016. Bila ada beberapa hari di Bulan Desember 2015 terjadi hujan deras, hal itu belum menjadi pertanda bahwa curah hujan sudah di atas normal.

''Dalam perkiraan kami, curah hujan di Bulan Desember 2015, masih di bawah rata-rata. Hanya memang, kadang ada beberapa hari yang terjadi hujan lebat, namun secara akumulatif masih di bawah normal atau di bawah 500 milimeter,'' katanya.

Meski demikian, dia tetap mengimbau masyarakat yang tinggal di daerah rawan longsor untuk tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya bencana. ''Lahan yang sudah lama kering, akan mudah longsor bila tiba-tiba tersiran hujan deras,'' jelasnya. 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA