Wednesday, 10 Rabiul Akhir 1442 / 25 November 2020

Wednesday, 10 Rabiul Akhir 1442 / 25 November 2020

Romo Benny: Donald Trump Hanya Cari Popularitas

Kamis 10 Dec 2015 02:37 WIB

Red: Hazliansyah

Donald Trump

Donald Trump

Foto: REUTERS/Osman Orsal

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tokoh Katolik Indonesia Romo Benny Susetyo menyatakan ucapan Donald Trump, bakal calon presiden Amerika Serikat dari Partai Republik yang menyerukan larangan masuknya pemeluk Islam ke Negeri Paman Sam tidak lebih hanya upaya untuk mencari popularitas.

"Itu menunjukkan betapa frustasinya Donald Trump menggaet simpati publik. Akan tetapi saya kira warga AS sudah cerdas menilai bahwa Islam tidak ada kaitannya dengan terorisme," ujar Romo Benny Susetyo ketika berbincang dengan Antara di Jakarta, Rabu.

Oleh sebab itu, Benny yang pernah menjabat sebagai Sekretaris Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) itu meyakini pernyataan Trump tidak akan menimbulkan gejolak global.

Justru Donald Trump-lah yang akan dirugikan, sebab jumlah penduduk migran di AS sangat besar. Pidato yang mencerminkan ketakutan berlebihan terhadap Islam itu dapat menutup jalan pengusaha ternama tersebut menjadi orang nomor satu AS.

Apalagi, pemimpin agama dunia seperti Paus Fransiskus sudah berulang kali menegaskan bahwa Islam tidak bisa disandingkan dengan tindakan-tindakan teror.

"Islam adalah agama yang mengajarkan jalan damai," tutur Benny.

Sebelumnya, dalam pidatonya di atas kapal USS Yorktown pada Senin (7/12) waktu AS, Trump berbicara dengan tegas bahwa penghentian masuknya muslim ke AS harus diterapkan "sampai para wakil rakyat kita bisa memecahkan apa yang sebenarnya tengah terjadi."

Pidato ini juga dipengaruhi penembakan massal di California, AS, yang menegaskan belasan orang. Pelakunya diduga adalah suami-istri beragama Islam yang teracuni pemikiran ekstremis.

"Kita tak punya pilihan," kata Trump, sembari menambahkan para radikal islamis ingin membunuh orang-orang Amerika.

"Keadaannya semakin buruk saja. Kita akan mengalami lebih banyak (peristiwa) World Trade Center," kata dia menunjuk serangan 11 September 2001.

Pernyataan kontroversial ini sendiri sudah mendapat kritikan dari banyak pihak baik di dalam maupun luar negeri.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA