Wednesday, 8 Sya'ban 1441 / 01 April 2020

Wednesday, 8 Sya'ban 1441 / 01 April 2020

Mahasiswa UGM Kembangkan Teknologi Pencegah Pelanggaran Batas Maritim

Senin 30 Nov 2015 09:57 WIB

Rep: c97/ Red: Muhammad Hafil

Kampus UGM

Kampus UGM

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN - Mahasiswa UGM berhasil mengembangkan inovasi teknologi untuk mencegah terjadinya pelanggaran batas maritim Indonesia. Mereka adalah I Made Sapta Hadi dan Bagas Lail Ramadhan, mahasiswa Jurusan Teknik Geodesi serta Imaddudin A Majid, Jurusan Teknik Elektro.

Sapta mengatakan pengembangan alat ini diawali dari keprihatinan mereka terhadap maraknya kasus pelanggaran batas maritime di wilayah perbatasan. Seringkali kasus tersebut berujung pada penangkapan nelayan Indonesia oleh negara tetangga.

Salah satu penyebab terjadinya pelanggaran batas tersebut adalah ketidaktahuan para nelayan terkait letak garis batas negara. “Apalagi di tengah laut garis batasnya tidak terlihat secara nyata,” terangnya, Senin (30/11) di Kampus UGM.

Di bawah bimbingan dosenTeknik Geodesi UGM, I Made Andi Arsana yang juga pakar di bidang batas maritim, Sapta dan kawan-kawannya membuat sebuah alarm yang terintegrasi dengan Global Positioning System (GPS). Alarm yang sudah terintegrasi dengan GPS kemudian diinputkan koordinat dari batas maritim yang sudah disepakati Indonesia dengan negara tetangga.

Alat yang diberinama Swates (Suwanten Wates) atau dalam bahasa Indonesianya Suara Perbatasan mudah dalam pengoperasiannya. Swates bekerja dengan memberikan peringatan dini berupa bunyi alarm ketika alat tersebut didekatkan ke arah perbatasan.

Sehingga saat nelayan berlayar mendekati wilayah perbatasan secara otomatis alat akan langsung mengeluarkan bunyi memberikan peringatan dini agar tidak melewati batas maritime. “Alat ini telah diuji dan mampu memberikan peringatan dini dengan ketelitian posisi mencapai 2,5 meter dari garis batas yang didefinisikan,” jelasnya.

Hadirnya Swates tidak hanya mampu mencegah terjadinya pelanggaran batas maritim di Indonesia khususnya yang dilakukan oleh nelayan di wilayah perbatasan. Namun, alat ini berhasil meraih juara I dalam Lomba Geospasial Inovatif Nasional yang di gelar di Fakultas Teknik UGM, pada tanggal 27 sampai 29 November 2015.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA