Saturday, 5 Rajab 1441 / 29 February 2020

Saturday, 5 Rajab 1441 / 29 February 2020

Kurikulum Bukan Pemecah Masalah Pendidikan Indonesia

Kamis 26 Nov 2015 14:05 WIB

Rep: c27/ Red: Andi Nur Aminah

petugas menata buku-buku kurikulum 2013 yang dikemblikan siswa kepada pihak sekolah di Sekolah Menegah Pertama Negeri 56, Jakarta Selatan, Senin (15/12).

petugas menata buku-buku kurikulum 2013 yang dikemblikan siswa kepada pihak sekolah di Sekolah Menegah Pertama Negeri 56, Jakarta Selatan, Senin (15/12).

Foto: Republika/Rakhmawaty La'lang

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Komite III Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Hardi Selamat Hood menyatakan perubahan kurikulum bukan jawaban pemecah masalah pendidikan Indonesia. Menurutnya, pemerintah perlu lebih menyasar guru sebagai pemecah masalah utama pendidikan.

"Karena hampir dapat diyakini peningkatan kualitas pendidikan dimulai dengan peningkatan kualitas guru," ujar Hardi di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (26/11).

Dia menjelaskan, berdasarkan penyataan beberapa pakar pendidikan bahwa kurikulum tidak dapat melewati dari kemampuan guru. Bagaimana pun guru adalah ujung tombak di kelas untuk berinteraksi langsung dengan murid.

"Maka kita jadi heran pada saat pemerintah sekarang berlomba melakukan perubahan kurikulum," kata anggota dewan perwakilan Kepulauan Riau.

Meski pemerintah melakukan perubahan kurikulum secanggih apa pun, tapi profesional guru belum berubah, maka akan sama saja hasilnya. Menurut Hardi, guru dengan kriteria rendah maka kurikulum yang baik pun tidak akan bisa diserap dengan baik.

Ketua Komita III DPD RI menegaskan agar upaya pertama yang perlu pemerintah lakukan adalah  meningkatkan profesionalisme guru. Kemudian kesejahteraan guru pun tidak bisa dipungkiri dapat menjadi  peningkatan kualitas pendidikan.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA