Friday, 21 Muharram 1441 / 20 September 2019

Friday, 21 Muharram 1441 / 20 September 2019

Guru adalah Agen Perubahan Bangsa

Rabu 25 Nov 2015 16:32 WIB

Rep: C13/ Red: Winda Destiana Putri

Sejumlah siswa membasuh kaki ibu guru mereka di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Canden, Sambi, Boyolali, Jawa Tengah, Rabu (25/11).

Sejumlah siswa membasuh kaki ibu guru mereka di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Canden, Sambi, Boyolali, Jawa Tengah, Rabu (25/11).

Foto: Antara/Aloysius Jarot Nugroho

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Masa depan bangsa ditentukan oleh pundak-pundak guru Indonesia. Karena itu, Presiden Joko Widodo mengajak masyarakat untuk terus mengingat peran penting guru dalam pendidikan karakter bangsa.

"Guru adalah agen perubahan bangsa," ujar Jokowi dalam sambutannya pada Puncak Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2015 di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (24/11).

Menurut Jokowi, perubahan bangsa ini dimulai dari kehidupan sekolah yang dipegang para guru. Sekolah juga bukan sekedar tempat belajar saja. Ia berpendapat, sekolah merupakan arena pembelajaran dalam membentuk karakter bangsa ke depannya.

Dia mencontohkan sikap optimis guru yang bisa mempengaruhi sikap ceria dan optimis para siswa juga. Ia mengaku menemukan contoh perilaku ini ketika berkunjung ke salah satu sekolah di Jambi.

Dari sana dia menyimpulkan bahwasanya pengaruh guru terhadap anak itu begitu kuat. Dengan kata lain, terdapat pengaruh kuat yang diberikan guru terhadap karakter bangsa melalui anak.

Menurut Jokowi, sikap-sikap kerja keras, integeritas, kejujuran, optiimisme, disipiln dan gotong royong perlu terus didorong oleh guru. Sika-sikap ini harus menjadi kebiasaan yang dimiliki di setiap ruang kelas di seluruh Indonesia. Jika hal-hal ini bisa dibangun, maka ini tentu menjadi inspirasi yang baik bagi anak saat belajar di kelas.

Pada hakikatnya, Jokowi berpendapat, bukan hanya guru dan orangtua yang bertugas dalam mendidik anak. Televisi dan media sosial juga berperan dalam memberikan pengaruh kepada anak. Maka dari itu, ia mengingatkan para pendidik untuk mengerahkan kekuatan dalam mendidik anak secara menyeluruh.

"Kita perlu hati-hati atas pengaruh itu. Karena itu, kekuatan mendidik anak harus betul-betul dikuati di sekolah dan di rumah. Jangan sampai lingkungan yang berikan dampak negatif itu muncul," jelas Jokowi.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA