Tuesday, 18 Muharram 1441 / 17 September 2019

Tuesday, 18 Muharram 1441 / 17 September 2019

Guru Berdedikasi, Bukti Cinta pada Tanah Kelahiran

Selasa 24 Nov 2015 19:34 WIB

Rep: c13/ Red: Andi Nur Aminah

Presiden Joko Widodo (keenam kiri) dan Mendikbud Anies Baswedan (keenam kanan) berfoto bersama perwakilan guru penerima Satyalancana Pendidikan pada acara puncak Peringatan Hari Guru Nasional ke-21 Tahun 2015 di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (24/11).

Presiden Joko Widodo (keenam kiri) dan Mendikbud Anies Baswedan (keenam kanan) berfoto bersama perwakilan guru penerima Satyalancana Pendidikan pada acara puncak Peringatan Hari Guru Nasional ke-21 Tahun 2015 di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (24/11).

Foto: Antara/Widodo S. Jusuf

REPUBLIKA.CO.ID, Bulir air di mata perempuan itu tak terbendung. Mata puteri Papua ini tampak berkaca-kaca setelah namanya dipanggil sebagai pemenang juara ketiga guru berdedikasi pendidikan menengah di daerah khusus, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) 2015. Ada rasa terharu sekaligus bangga pada Linceu Dogoviya.

Linceu merupakan sosok guru yang tak kenal lelah. Setiap hari dia menjalani aktivitasnya sebagai guru ekonomi di SMA Negeri 3 Angguruk, Kabupaten Yahukimo, Papua. Lokasinya begitu jauh dari pusat perkotaan dan di balik gunung. “Saya jelas terharu karena saya dari orang jauh, kami tinggal di balik gunung Papua,” ungkap Linceu.

Bertempat tinggal di pedalaman jelas bukan hal mudah dijalani. Keperluan dan perlengkapan untuk mengajar juga tidak mencukupi. Oleh karena itu, Linceu selalu berusaha menyempatkan diri ke Ibukota Papua, selama dua kali dalam sebulan.

Untuk menuju pusat provinsi, Linceu harus menggunakan transportasi pesawat kecil. Jika tidak, dia tentu tidak bisa mencapai lokasi dengan cepat. Sementara dengan pesawat, ia bisa menghabiskan waktu satu jam 45 menit untuk menuju ibukota. 

Linceu mengaku akses ke pusat kota sangat sulit. Apalagi jika cuaca buruk, pesawat tidak bisa beraktivitas seperti biasanya. Para guru pun harus menunggu berminggu-minggu lamanya untuk bisa sampai ke pusat perkotaan.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA