Tuesday, 3 Jumadil Akhir 1441 / 28 January 2020

Tuesday, 3 Jumadil Akhir 1441 / 28 January 2020

Minuman Energi Juga Pengaruhi Hormon Stress

Kamis 19 Nov 2015 06:25 WIB

Rep: Desy Susilawati/ Red: Indira Rezkisari

Sekaleng minuman berenergi kaya kafein dan bahan lain yang bisa memicu hormon stress.

Sekaleng minuman berenergi kaya kafein dan bahan lain yang bisa memicu hormon stress.

Foto: flickr

REPUBLIKA.CO.ID, Minuman berenergi berpengaruh pada jantung orang yang mengonsumsinya, tak hanya itu juga berpengaruh pada hormon stressnya. Hal ini dibuktikan dari hasil studi pilot Mayo Clinic yang dipublikasikan kemarin di Journal of the American Medical Association (JAMA).

Dalam laman The Dailybeast, Kamis (19/11), studi ini menyatakan bahwa minuman berenergi menyebabkan peningkatan tekanan darah dan hormon stress. Efek berulang ini dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.

Studi dilakukan pada 25 pria dan wanita yang tidak merokok dengan usia rata-rata 29 tahun. Mereka diuji secara terpisah dalam dua hari sampai dua minggu. Partisipan diminta untuk datang untuk pengukuran biometrik sebelum mengonsumsi minuman selama lima menit. Pengukuran kemudian diulang setelah 30 menit dilanjutkan dengan lebih banyak tes lainnya.

Peneliti juga ingin mengetahui jika stress dari aktivitas fisik, aktivitas mental atau pemaparan terhadap dingin dapat lebih lanjut menonjolkan perbedaan dalam peningkatan tekanan darah. Tekanan darah dimonitor meskipun partisipan stress di bawah tiga kategori ini masing-masing untuk dua menit.

(baca: Ini Perbedaan Takut dan Cemas)

Untuk stress fisik, partisipan diminta untuk menekan dengan kekuatan pada satu sampai tiga pegangan kontraksi. Untuk stress mental, peserta mengerjakan masalah matematika secepat mungkin. Sementara untuk stress untuk dingin, peserta merendam satu tangan menjadi sebuah ember es. Konsumsi minuman energi menyebabkan sebuah gelombang hormon stress terukur setelah berlangsung 30 menit.

Meskipun setiap dari uji ini dapat dimengerti meningkatkan tekanan darah peserta, tapi tidak ada terukur perbedaan terukur antara konsumsi minuman plasebo atau minuman berenergi. Hasil pemeriksaan pendahuluan tersebut menunjukkan bahwa stress dari aktivitas fisik, aktivitas mental, atau paparan dingin tidak menekan tekanan darah yang meningkatkan perbedaan antara konsumsi minuman plasebo dan minuman energi.

Para peneliti juga menunjukkan bahwa ini studi ini merupakan pilot, jadi ukuran sampel itu kecil dan hanya satu energi minum tersebut diuji.

Penelitian lebih lanjut penelitian yang lebih besar diperlukan untuk memastikan apakah pengamatan perubahan akut kemungkinan besar akan meningkatkan risiko kardiovaskular.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA