Monday, 2 Syawwal 1441 / 25 May 2020

Monday, 2 Syawwal 1441 / 25 May 2020

Dua Shalat Berjamaah dalam Satu Masjid, Bolehkah?

Ahad 15 Nov 2015 19:33 WIB

Rep: Hanan Putra/ Red: Agung Sasongko

Umat Islam melaksanakan shalat berjamaah.

Foto:

Pesan Khalifah Abu Bakar

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --  Islam sangat tegas dalam menyikapi adanya dwi kepemimpinan dalam tubuh umat Islam. Tidak diperkenankan bagi seseeorang menjadi imam, sedangkan sudah ada imam lainnya yang telah terlebih dahulu memimpin umat Islam. Imam kedua diistilahkan sebagai “pemberontak” yang telah memakai sifat orang munafik, yakni memecah belah persatuan umat Islam.

Kecaman untuk para pemberontak ini ada dalam sebuah hadis disebutkan, “Jika didapati ada dua orang imam maka bunuhlah yang terakhir dari keduanya.” (HR Muslim).

Hal ini juga menjadi cerminan dari kehidupan bernegara antara pemimpin dan warganya. Tidak boleh ada dua pemimpin dalam tubuh umat Islam. Dalam hadis lain juga dikuatkan, “Siapa yang membai’at seorang imam (pemimpin), lalu memberikan genggaman tangannya dan menyerahkan buah hatinya, hendaklah ia menaatinya semaksimal mungkin. Dan, jika datang orang lain yang mencabut kekuasaan itu, penggallah leher orang itu.” (HR Muslim).

Abu Bakar As Shiddiq tatkala menjadi khalifah juga pernah berkata, “Tidak halal bagi kaum Muslimin mempunyai dua imam (pemimpin).” Perkataan beliau menjadi ijma’ karena tidak ada seorang pun para sahabat yang mengingkari Abu Bakar mengatakan hal itu.

Imam Juwaini mengibaratkan, jika umat Islam dipimpin oleh dua orang imam, sama artinya seorang wali yang menikahkan putrinya dengan dua orang laki-laki. Dalam rumah tangga, laki-laki adalah pemimpin bagi wanita. Menurut Imam Juwaini, memiliki dua pemimpin sama halnya dengan memiliki dua orang suami. Tentu hal ini merupakan kemungkaran yang jelas keharamannya. Demikian, seperti dipaparkan Dr Muhammad Khair dalam kitabnya Wahdatul Muslimin fi Asy Syari’ah Al Islamiyah.

Masih sangat awamnya umat Islam di nusantara tentang fikih shalat berjamaah ini menyebabkan kasus seperti itu kerap kali terjadi. Saat ini, masih dijumpai banyak didirikan shalat jamaah selagi masih ada shalat jamaah lain dalam satu waktu. Di masjid besar seperti Istiqlal yang mempunyai pengatur shaf sekalipun, bahkan kerap kecolongan. Sering didapati ada dua shalat berjamaah, bahkan lebih di tempat dan waktu yang sama, terutama untuk shalat Zuhur dan Ashar.

Fenomena ini juga banyak didapati di masjid yang menjadi destinasi wisata. Sebut saja Masjid Kubah Emas yang terletak di Kecamatan Limo, Depok, Jawa Barat. Berdasarkan pantauan Republika, Selasa (29/4), bukan hanya dua jamaah shalat, melainkan sampai tujuh jamaah shalat dalam satu ruangan masjid pada satu waktu bersamaan. Bahkan, ada pula didapati dua shalat berjamaah yang bersebelahan dalam satu barisan shaf.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA